PIKIRANACEH.COM – Pembina Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babul Maghfirah Gampong Tanjung, Darussalam, Kabupaten Aceh Besar Prof Dr Syahrizal Abbas MA pada Jumat 28/07/2023 menjadi khatib pada pelaksanaan shalat jumat di masjid setempat.
Pelaksanaan shalat jumat yang bertepatan pada hari Asyura yakni 10 Muharam 1445 H,l itu menjadi mimentum yang tepat untuk melakukan introspeksi diri. Momentum berhijrah dari perbuatan-perbuatan buruk menuju perilaku yang lebih baik.
Baca Juga: Fantastis Nelayan di Lhokseumawe Panen Ikan Capai 13 Miliar
Disebut Muharam menurut khatib, karena didalamnya terdapat banyak kebaikan dan hikmah. Banyak peristiwa penting yang terjadi di dalam bulan Muharram.
“Alhamdulillah hari ini kita berada pada 10 Muharram. Ini momentum bagi kita untuk introspeksi diri, hijrah dari hal yang buruk kepada yang lebih baik,” ucap Syahrizal.
Orang yang baik senantiasa akan selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT. Bahkan ketika nanti tidak ada lagi pertolongan dari siapapun kecuali dari Allah di hari kiamat.
Sebagai muslim kita harus berusaha untuk menggapai ampunan dan perlindungan Allah SWT. Salah satunya dengan berdagang dengan Allah SWT.
Banyak manusia yang senang berdagang atau bermuamalah sesamanya. Namun jika ingin mendapatkan jaminan terhindar dari azab Allah SWT dan memperoleh perlindungan Nya, maka berdaganglah atau ijarah dengan Allah.
Ini sebuah tawaran dari Allah SWT kepada siapa saja yang ingin terbebas dari azab Allah SWT.
Baca Juga: Fachrul Razi Ziarah ke Makam Sultan Malikussaleh
Menurut Prof Syahrizal, ada empat ciri atau karekteristik manusia yang akan terbebas dari azab Allah SWT nanti di hari kiamat sebagimana disebutkan di dalam Alquran. Apa saja?
Pertama; beriman kepada Allah SWT. Ciri yang pertama ini adalah dasar ketauhidan kita kepada Khaliq (Maha Pencipta) dan kita sebagai hamba Nya wajib beriman dengan menjalankan segala perintah-perintah Nya.
Kedua; beriman kepada hari kiamat. Beriman kepada hari kiamat bukan hanya diucapkan saja tetapi harus diikuti dalam bentuk perbuatan dan perilaku. Percaya kepada hari kiamat bermakna bahwa kita secara sadar mengakui segala perbuatan yang kita kerjakan pasti akan dimintai pertanggungjawaban nantinya.
Sebab itu, jika kita benar-benar beriman kepada hari akhir, maka kita tidak akan melakukan perbuatan buruk dan maksiat karena kita sadar nanti setiap perbuatan tersebut harus dipertanggung jawabkan.
Ketiga; berjihad di jalan Allah Swt. Berjihad adalah membantu agama Allah dengan harta yang kita miliki. Kita dapat memberikan harta kita miliki untuk kepentingan agama, membantu pembangunan masjid, memberi infak, dan sedekah serta membantu sosial kemasyarakatan.
Keempat; jihad dengan akal dan pikiran. Jihad tidak hanya dapat dilakukan dengan mengetahui harta atau melalui harta saja. Jihad di jalan Allah juga dapat dilakukan melalui sumbangan pikiran, memberikan ilmu kepada umat untuk kemajuan agama, bahkan jika diminta nyawa sekalipun kita harus siap untuk memberikannya.






