Politik

Aceh Masuk 10 Besar Prevalensi Obesitas Tertinggi di Indonesia

130
×

Aceh Masuk 10 Besar Prevalensi Obesitas Tertinggi di Indonesia

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Laporan hasil Riskesdas 2018 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memaparkan angka obesitas nasional mencapai 21,8% meningkat dua kali lebih banyak dari tahun 2013, dan menempatkan Provinsi Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan angka prevalensi tertinggi.

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa provinsi yang memiliki prevalensi obesitas tertinggi di Indonesia merupakan Sulawesi Utara dengan 30,2%.

Baca Juga: Manfaat Telur Kepiting untuk Kesehatan Tubuh Manusia

Selain Sulawesi Utara, provinsi seperti Kalimantan Utara, Sumatra Utara, Maluku Utara, Gorontalo, serta Aceh juga masuk dalam 10 besar daerah dengan tingkat prevalensi obesitas tertinggi di Indonesia.

Prevalensi obesitas di Provinsi Aceh tahun 2023, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh menunjukkan, penderita obesitas mencapai 106.044 jiwa. Jumlah tersebut termasuk tertinggi jika dibandingkan secara nasional.

Tingginya posisi prevalensi obesitas Sulawesi Utara, Aceh dan beberapa provinsi lain di Indonesia erat kaitannya dengan adat dan masyarakat di wilayah tersebut.

Obesitas merupakan sebuah kondisi di mana individu memiliki berat badan yang melebihi batas normal. Hal ini disebabkan adanya penumpukan lemak didalam tubuh secara berlebihan.

Ketua Tim Kerja Penyakit Diabetes Melitus dan gangguan Metabolik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Esti Widiastuti beberapa waktu lalu membeberkan bahwa satu diantara faktor yang menyebabkan seseorang berada dalam kondisi obesitas adalah kurangnya aktivitas fisik.

Kemenkes RI mematok target penekanan kasus obesitas menjadi 3% pada 2030 mendatang. Angka tersebut ditargetkan dengan berpegang pada SDGs (sustainable development goals), pada 2030 angka obesitas ditekan di bawah 3%.

Faktor utama penyebab adalah gaya hidup sendentari, merupakan pola hidup tidak sehat ketika seseorang cenderung malas untuk menggerakkan tubuhnya. Sebab itu, kalori masuk ke dalam tubuh dengan kalori yang dikeluarkan dari tubuh tidak seimbang, maka terjadi obesitas.

Baca Juga: 190 Ton Gurita Simeulue Diekspor Ke Jepang

Selain obesitas, gaya hidup sedentari bisa membahayakan tubuh, seperti diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan mental.

Melansir reportase World Health Organization (WHO) yang menyatakan bahwa setiap tahun obesitas telah menyebabkan kematian bagi 4 juta orang. Sehingga membuat obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang disorot di dunia.

Seseorang dapat dikatakan mengalami obesitas apabila memiliki skor indeks massa tubuh (BMI) mencapai angka 30 atau lebih.

Obesitas disebut dapat menjadi penyebab resiko terhadap penyakit seperti diabetes, jantung, kanker, hipertensi, serta masalah kesehatan metabolik ataupun non metabolik.

Prevalensi obesitas pada negara-negara di dunia. Melansir liputan6, berdasarkan laporan terbaru World Obesity Atlas dari World Obesity Federation menyebut bahwa diproyeksikan pada tahun 2035 mendatang sebanyak 51% populasi global akan hidup dalam keadaan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas.

Pada laporan tersebut juga terungkap bahwa masalah obesitas ini memiliki dampak bagi perekonomian sebanyak US$ 4,32 triliun pada 2035 nanti. Angka tersebut bahkan setara dengan 3% PDB global dan menyamai dampak finansial dari pandemi covid-19.

Semoga kita masih memiliki semangat untuk bersama-sama berjuang melawan obesitas dan juga stunting. Jika Covid-19 kita berhasil lewati dengan baik, meski banyak korban yang berjatuhan, maka gerakan melawan obesitas harus kita gaungkan lebih kencang. Yuk melawan obesitas sejak dini, mulai dari sekarang.***