Politik

Prodi Magister Ilmu Ekonomi FEB USK Gelar Workshop Penulisan Tesis Berbasis Kualitatif dan Kuantitatif

63
×

Prodi Magister Ilmu Ekonomi FEB USK Gelar Workshop Penulisan Tesis Berbasis Kualitatif dan Kuantitatif

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Program Studi Magister Ilmu Ekonomi (Prodi MIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menggelar workshop penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa dan masyarakat umum, Selasa (08/08/2023).

Workshop yang diberi tajuk Penulisan Tesis Berbasis Kualitatif dan Kuantitatif berlangsung secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Meeting diikuti oleh para ratusan peserta dari kalangan akademisi, pejabat pemerintahan, dan mahasiswa baik dari USK maupun kampus lainnya.

Baca Juga: Bireuen Sentra Kelapa, Ini 5 Daerah Penghasil Kelapa Terbesar di Aceh

Acara workshop tersebut dibuka langsung oleh Koordinator Prodi MIE Dr Suriani SE MSi. Dalam sambutannya ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menggali beberapa hal yang menjadi urgensi yaitu pentingnya memahami penulisan tesis metodologi kualitatif dan kuantitatif dikalangan mahasiswa dan dosen.

Kemudian katanya, khusus program Pascasarjana dewasa ini menurut hemat kami susah mengkaji subtansi penelitian sehingga cenderung melihat penelitian orang lain sehingga menghasilkan hal yang sama. Tidak ada kebaruan (novelty).

Selain itu, melalui workshop ini peserta bisa mempelajari cara menulis subtansi terutama di S2 atau disebut dengan research gap. Sebab itu diharapkan akan ada diskusi lebih kepada subtansi penulisan adalah hal yang penting atau ada kebauran.

Sementara pemateri pada workshop ilmiah ini yakni Prof Dr Hasdi Aimon MSi dari Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat.

Baca Juga: BreakingNews, Kadis PUPR Kota Banda Aceh Ditangkap

Pada sesi pemaparan Prof Hasdi mengatakan, “Penelitian yang bersifat makro seringkali menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder, namun pada penelitian yang bersifat mikro umumnya menggunakan data primer, karena ketersediaan data untuk penelitian mikro sangat jarang. Bukan tidak ada, tapi jarang ya,” ujar Prof Hasdi mengawali paparan.

Dia juga menekankan, dalam melakukan penelitian baik kuantitatif maupun kualitatif penting untuk memperhatikan beberapa hal diantaranya adalah adanya fenomena empirik dan fenomena fakta.

Fenomena empirik dapat diperoleh melalui dari karya ilmiah atau hasil penelitian yang relevan yang pernah dilakukan sebelumnya. Kemudian sesuai dengan teori atau tidak sesuai dengan teori.

Sedangkan fenomena fakta ini berkaitan dengan ketersediaan data. Baik fakta-fakta yang bertentangan dengan teori pada objek penelitian, atau fakta yang diperoleh sendiri melalui studi pendahuluan.

Ditambahkan, untuk karya ilmiah yang ingin dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi seperti Scopus ataupun WOS, tema yang saat ini jarang ditolak adalah berkaitan dengan pangan dan energi.

Namun begitu dalam melakukan penelitian kita harus memperhatikan soal kebaruan (novelty). Kebaruan ini bisa dari variabel, metodologi, maupun pengembangan riset yang telah ada.

Secara tren, kata Prof Hasdi, sekarang ini penelitian mulai dilakukan dengan pendekatan mix methode yaitu gabungan antara kuantitatif dan kualitatif.

“Penelitian yang baik apabila dilakukan dengan adanya data yang dibutuhkan, lalu relevan dengan fakta empiris, dan menggunakan metodelogi yang sesuai. Jika ini terpenuhi, maka akan menghasilkan penelitian yang baik,” tuturnya.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2023 Dibuka September Ini, Aceh Dapat Jatah 15 Ribu CPNS, Terbanyak di Aceh Timur

Senada dengan Prof Hasdi, Prof Teuku Zulham MSi juga menyebut, mahasiswa di beberapa universitas di luar negeri seperti di Jerman dan Australia sekarang ini lebih banyak melakukan penelitian yang bersifat kualitatif daripada kuantitatif.

Bahkan penelitian kualitatif lebih diapresiasi dan mendapatkan nilai lebih tinggi dari penelitian kuantitatif.

Sebab itu ia mengusulkan agar MIE kedepan dapat melakukan penelitian yang bersifat kualitatif atau setengah-setengah lah, artinya kualitatif dan kuantitatif.

Seusai pemaparan materi oleh narasumber. Selanjutnya dilakukan penyerahan sertifikat oleh Sekretaris Jurusan Ekonomi Pembangunan Dr Sartiyah SE MSi kepada Prof Dr Hasdi Aimon MSi dan juga kepada moderator Dr Muhammad Nasir MA.

Muhammad Nasir pada sesi penutupan mengungkapkan, kegiatan hari ini sangat bermanfaat bagi kita semua, baik mahasiswa maupun dosen karena dapat memperbaharui pengetahuan tentang penelitian ini.

“Bagi dosen tentu saja tidak hanya bermanfaat untuk dirinya tetapi dapat membantu mahasiswa dalam melakukan bimbingan penulisan karya tulis ilmiah,” pungkas Muhammad Nasir.***