Politik

18 Tahun Perjalanan MoU Helsinki, Ini Kata Panglima Jhonny

85
×

18 Tahun Perjalanan MoU Helsinki, Ini Kata Panglima Jhonny

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Konflik bersenjata lebih 30 tahun lamanya antara pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM),  telah banyak memakan korban jiwa dan harta benda diantara kedua belah pihak terutama bagi masyarakat sipil di Aceh.

 

Namun pada tanggal 15 Agustus 2005 lalu setelah terjadi dialog yang panjang antara kedua belah pihak tercapai kesepakatan perdamaian yang dituangkan dalam nota kesepahaman yang dikenal dengan MoU Helsinki. Yang ditandatangani oleh masing-masing pihak di Finlandia.

 

Hasil dari nota kesepahaman antara dua belah pihak tersebut, sehingga Aceh diberikan beberapa hak istimewa dan selama ini telah dituangkan dalam Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA).

 

Meskipun penerapan dan implementasinya belum berjalan maksimal, namun saat ini sudah terbentuk beberapa kerangka hasil dari perjanjian MoU Helsinki.

 

Setiap tanggal 15 Agustus masyarakat Aceh khususnya dari kalangan eks Kombatan GAM selalu memperingati hari perjanjian MoU Helsinki, dengan kegiatan doa bersama dan juga santunan anak yatim-piatu.

 

 

Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudera Pase, M Jhonny yang dimintai tanggapannya terhadap 18 tahun perjalanan MoU Helsinki oleh pikiranaceh.com pada Kamis 10 Agustus 2023 malam menyampaikan bahwa saat ini belum semua butir – butir MoU sudah di implementasikan.

 

Salah satunya yang belum di implementasikan adalah tentang bendera, tentang pembagian hasil antara pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat dan juga ada beberapa kewenangan Aceh yang belum sepenuhnya di berikan.

 

Yang paling penting itu adalah masalah pembagian hasil dimana diketahui bersama saat ini banyak investor yang ingin masuk ke Aceh, namun masih terkendala dengan beberapa aturan.

 

Lanjutnya, memang saat ini kerangka untuk implementasi seluruh butir -butir MoU belum begitu sempurna, namun itu sudah ada dan kita berharap kedepannya agar lebih disempurnakan lagi, dimana itu semua menjadi tanggung jawab bersama.

 Baca Juga: JASA Mendesak Presiden Jokowi Untuk Membentuk Tim Penyidik Adhoc Terkait Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

“Kunci untuk keberhasilan sesuatu yang kita rencanakan adalah kekompakan, dan saat ini kita perlu kekompakan dan kebersamaan untuk mencapai tujuan yang kita inginkan bersama seperti apa yang telah kita cita-citakan bersama,” sebut M Jhonny.

 

Dirinya juga mengatakan bahwasanya selama ini kita selalu mengadakan peringatan MoU Helsinki dengan cara doa bersama dan santunan anak yatim-piatu.

 

Nah untuk tanggal 15 Agustus 2023 tahun ini kita rencanakan akan fokuskan kegiatan di beberapa tempat dan salah satunya di Panton labu.

 

Panglima Muda Daerah IV Tgk Chik Ditunong tersebut juga berharap kepada pemerintah pusat untuk segera menuntaskan setiap butir-butir MoU Helsinki yang belum di implementasikan dan juga menyempurnakan apa yang telah tertuang dalam Undang-undang Pemerintah Aceh.***