PIKIRANACEH.COM – Setiap orang ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut. Orang-orang berkerja keras mencari rezeki untuk anak dan istri mereka. Siang dan malam hingga pagi lagi terus bekerja untuk mendapatkan segala kebutuhan keluarga agar bisa hidup bahagia.
Demikian dikatakan oleh Tgk Hamdani Sufi dalam khutbahnya di Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjung Selamat, Jumat (29/09/2023), atau bertepatan pada 13 Rabiul Awal 1445 H.
Hamdani melanjutkan, namun tidak jarang, kerja keras telah dilakukan, dan doa pun sudah dipanjatkan. Tetapi mengapa kebahagiaan itu tak kunjung terwujud? Apakah doa-doa yang kita lambungkan tidak diterima oleh Allah SWT?
Baca Juga: Diduga Bunuh Diri, Seorang Anak Remaja di Tamiang Ditemukan Tewas Tergantung
“Alkisah, penduduk Batsra kemudian bertanya kepada Ibrahim bin Adham tentang kehidupan mereka yang mengalami berbagai kesulitan. Padahal semua usaha telah dilakukan, doa-doa pun sudah mereka panjatkan. Namun kebahagiaan itu tak kunjung datang. “Apakah doa-doa kami tidak diterima?” tanya mereka kepada Ibrahim bin Adham, Lantas Ibrahim bin Adam menjawab,” kata Tgk Hamdani.
Berikut sepuluh penyebab doa tak diterima Allah SWT yang dikatakan oleh ulama sufi Ibrahim bin Adham untuk penduduk Batsra.
“Pertama, Kalian berkata mengenal Allah SWT, tapi tak menunaikan hak-haknya, tidak melakukan shalat dan kewajiban lainnya. Kedua, kalian mengatakan mencintai Rasulullah SAW, tetapi tidak mengikuti sunnah-sunnah nya.
Ketiga, kalian membaca Alquran, bahkan menghafalnya, tapi kalian tidak mengamalkan isinya. Keempat, begitu banyak nikmat Allah SWT yang diberikan, tapi kalian tidak mensyukurinya.
Kelima, memandang setan sebagai musuh, tapi sering melangkah dengannya, keenam, mengatakan rindu kepada surga, tapi tak beramal untuknya, bahkan amal kalian semakin jauh dari surga ketujuh, kalian menyatakan bahwa neraka benar adanya, tapi tak menghindarinya.
Baca Juga: DPR Aceh Diminta tidak Melempem soal Kasus Tumpahan Batu Bara, Sudah Berkali-kali
Kedelapan, Anda menyatakan bahwa kematian adalah benar adanya, tapi ternyata tak bersiap-siap dan tak bersedia menyambut kedatangannya. Kesembilan, sibuk dengan aib orang lain, tetapi melalaikan aib sendiri. Semut di seberang lautan tampak terlihat namun gajah di pelupuk mata tidak terlihat.
Dan kesepuluh, kalian menguburkan orang-orang yang meninggal, tapi tak mengambil pelajaran dari peristiwa itu. Bahkan saat takziah ke tempat orang meninggal, yang kalian bicarakan adalah soal harta, masalah bisnis, dan masalah dunia lainnya sambil tertawa-tawa,” katanya.
Demikian pesan khutbah Tgk Hamdani Sufi, semoga kita dapat merenungkan kembali dan mengambil pelajaran, apa yang telah kita kerjakan selama hidup kita dalam mencari kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat kelak.***
