Politik

Pasukan Israel Kepung Total Gaza l,Semua Akases Ditutup

115
×

Pasukan Israel Kepung Total Gaza l,Semua Akases Ditutup

Share this article

 

Pasukan Israel Kepung Total Gaza l,Semua Akases Ditutup

PIKIRAN ACEH – Pasukan Israel mengupunng total gaza, palestina dan menutup akses listrik, makanan, air, dan bahan bakar. Sepertinya Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata untuk menekan Hamas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan mengubah tempat persembunyian Hamas menjadi puing-puing setelah serangan rudal mematikan di wilayah Israel.

Respon Israel tersebut dilakukan pasca pasukan Hamas, Palestina melakukan serangan terahadap Israel, yang dinamai “Operasi Badai Al Aqsa,” dimulai pada Sabtu 7 Oktober 2023 pagi waktu setempat, dengan meluncurkan lebih dari 5.000 roket ke arah Israel.   

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengumumkan “pengepungan total” terhadap Gaza dan menggambarkan para pejuang Palestina (Hamas) yang menyerang Israel adalah “manusia binatang”.

Dia memerintahkan pasukan Israel terjun penuh untuk menimbulkan kehancuran yang lebih besar ke wilayah Gaza yang dikuasai Hamas.

Baca :  Gaza Dikepung, 1.500 Tewas

Perintah serangan ke wilayah berpenduduk 2,3 juta orang tersebut adalah sebagai serangan balasan atas serangan dadakan Hamas yang menyebabkan 700 orang di Israel tewas.

“Kami memerangi manusia dan hewan, dan kami bertindak sesuai dengan hal tersebut,” kata Gallant, dikutip dari Huff Post pada Selasa, 10 Oktober 2023.

Israel secara resmi menyatakan perang terhadap kelompok militan Hamas pada Minggu, 8 Oktober 2023, merujuk pada mobilisasi militer besar-besaran yang telah menewaskan hampir 500 orang di Gaza.

Hamas mengeklaim mereka telah menawan sekitar 100 orang dalam serangan tersebut.

Meskipun tampaknya Gallant secara khusus mengacu pada pejuang Hamas dalam komentarnya, pernyataan menteri lainnya menyerukan penyerangan lebih lanjut terhadap semua orang di Gaza dengan mengabaikan apa pun

Baca : Dukung Israel, Amerika Serikat Kirim Kapal Induk, Palestina Anggap “Agresi”

“Kami memberlakukan pengepungan total terhadap Gaza. Tidak ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada bahan bakar. Semuanya akan ditutup,” katanya.

Disebutkan bahwa bukan hal yang aneh bagi rezim yang menindas untuk menggunakan bahasa yang merendahkan martabat yang tertindas untuk membenarkan tindakan kekerasan terhadap mereka.

Dalam kasus apartheid Israel, komentar Gallant berkontribusi pada suasana di mana lebih mudah bagi individu dan politisi anti-Palestina – termasuk pemerintah sayap kanan Israel saat ini – untuk menganggap orang di Gaza tidak manusiawi, dan oleh karena itu tidak layak mendapatkan apa pun.

“Pernyataan Menteri Pertahanan Gallant sangat menjijikan,” kata direktur kelompok hak asasi manusia Israel dan Palestina Human Rights Watch, Omar Shakir pada Senin, 9 Oktober 2023.

“Merampas makanan dan listrik dari penduduk di wilayah pendudukan adalah hukuman kolektif, yang merupakan kejahatan perang, seperti halnya kelaparan sebagai senjata perang,” katanya.

Baca : Melirik Kekuatan Militer Hamas Palestina dan Israel usai Serangan 5.000 Roket: Hamas Punya Kekuatan yang Cukup

Menurut PBB, lebih dari 123.000 penduduk Palestina telah meninggalkan rumah mereka di Gaza, tempat keluarga mereka telah berjuang di bawah blokade Israel selama 15 tahun.

Hamas mengeklaim mereka melancarkan serangan sebagai respons terhadap kekerasan dan apartheid yang dialami warga Palestina selama puluhan tahun akibat pemerintah Israel.

Para ahli di wilayah tersebut dan rakyat Palestina sendiri telah mencatat bahwa pertumpahan dara akhir pekan ini terjadi dalam konteks pendudukan, pengungsian, dan kematian selama bertahun-tahun, khususnya di Gaza, Yerusalem, dan Tepi Barat yang diduduki.**