Politik

Dakwah Maulid Arba’in di Masjid Babul Maghfirah: Berjihad adalah Amalan yang Paling Afdhal

46
×

Dakwah Maulid Arba’in di Masjid Babul Maghfirah: Berjihad adalah Amalan yang Paling Afdhal

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Habib Muhammad bin Al Athas beri taushiyah pada acara Maulid Arba’in di Masjid Babul Maghfirah Tanjong Seulamat, Selasa, (24/10/2023).

Sesuai namanya, Maulid Arba’in, merupakan tradisi maulid yang dilaksanakan selama 40 malam berturut-turut mulai dari 1 Rabiul Awwal sampai 10 Rabiul Akhir.

Baca Juga: Iran Langsung Rudal Israel Jika Invasi Darat ke Gaza Terjadi: Sampai Tumor Kanker Hilang di Peta Dunia

Kehadiran Habib Muhammad bin Al Athas di Masjid Babul Maghfirah merupakan malam yang ke-39.

Dalam tausiyahnya Habib Muhammad mengatakan bahwa amalan yang paling afdhal adalah berjihad di jalan Allah.

Meskipun demikian, urutan berjihad adalah amalan yang ketiga diantara dua amalan yang paling afdhal lainnya yakni shalat pada waktunya, dan berbakti kepada orang tua.

“Sebagaimana hadis Rasulullah Saw, ketika ditanya oleh Ibnu Mas’ud, Wahai Rasulullah, apakah amalan yang paling afdhal? Beliau menjawab, shalat pada waktunya, lalu berbakti kepada kedua orang tua, dan berjihad di jalan Allah.” ujar Habib Muhammad bin Al Athas.

Ia menambahkan, tentunya jalan untuk berjihad tidak selalu dengan berperang. Hukum berperang jatuhnya bisa wajib atau tidak. 

“Bahkan mengikuti majelis ilmu, pengajian, dan berdoa dapat juga bernilai jihad. Karena efeknya dapat membantu kaum muslimin yang sedang berperang mempertahankan wilayahnya dari ancaman musuh,” ucap Habib Muhammad.

Apalagi dalam di bulan maulid Nabi Muhammad Saw, “mari kita berdoa untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ajak Habib.

Sebelumnya, ia juga memaparkan bahwa pentingnya setiap muslimin menegakkan shalat, terutama shalat berjamaah pada waktunya.

Baca Juga: Ketua DPRK Banda Aceh Kutuk Aksi Brutal Zionis Israel

Melalui shalat berjamaah di masjid, maka Allah SWT akan menghapus dosa-dosa kita dan masyarakat di satu kampung di mana masjid itu berada.

Namun jika di kampung tersebut meninggalkan shalat berjamaah padahal di situ ada masjidnya, maka semua penduduk di kampung tersebut akan berdosa.

Selain dapat menghapus dosa, berjalan kaki saat menuju masjid dengan niat dan tujuan untuk melaksanakan shalat berjamaah karena semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT, maka setiap langkah itu pun akan dicatat sebagai pahala, dan dinaikkan derajatnya satu derajat.

Karena itu, katanya, tiga amalan yang dapat menghapus dosa yang disampaikan oleh Baginda Rasulullah Saw yakni menyempurnakan wudhu, melangkahkan kaki menuju masjid untuk shalat berjamaah, dan menunggu shalat setelah shalat, perlu kita terapkan dalam kehidupan kita.

“Perkara menunggu shalat setelah shalat paling mudah kita lakukan adalah pada saat selesai shalat magrib, duduk di masjid sambil berzikir, membaca Alquran, atau mendengarkan pengajian hingga memasuki waktu shalat isya,” ucapnya.

“Dengan menghidupkan waktu antara shalat magrib dengan isya dengan melakukan berbagai amalan Sunnah didalamnya, maka pahalanya berlipat ganda,” tandas Habib Muhammad.***