Politik

Peserta Lomba Boh Gaca di Penghelatan Budaya 8 Aceh, Ini Makna dan Motifnya

79
×

Peserta Lomba Boh Gaca di Penghelatan Budaya 8 Aceh, Ini Makna dan Motifnya

Share this article

PIKIRANACEH.COM | DAERAH – Perhelatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 2023 sudah memasuki hari keempat sejak dibuka pada Sabtu (4/11/2023) lalu.

 

 

Serangkaian kegiatan dan perlombaan dalam memeriakan event ini pun terus berlangsung.

Selasa (7/11/2023), yang dimeriahkan dengan perlombaan Boh Gaca.

Boh gaca atau yang diartikan dalam Bahasa Indonesia ialah memakai inai atau henna, menjadi satu dari serangkaian kegiatan yang diperlombakan pada event PKA ke-8.

Berlokasi di Museum Aceh, perlombaan ini diikuti oleh 19 peserta dari perwakilan kontingen Kabupaten/Kota seluruh Aceh, yang berlangsung selama dua hari mulai Selasa (7/11/2023) hingga Rabu (8/11/2023) dan terbagi menjadi dua sesi.

 

Kota Lhokseumawe juga tak ketinggalan ikut serta dalam perlombaan tersebut.

Ada yang menarik dari ukiran yang digambar oleh kontingen dari Kota Lhokseumawe.

Nofayana ST. M.AP sebagai Koordinator bidang Putro Phang mengatakan, peserta dari kontingennya (Kota Lhokseumawe) mengukir beberapa motif pada perlombaan Boh Gaca di event PKA tahun ini

Motif tersebut diantaranya motif awan si oen, motif bungong cane’ meusagoe, motif pucok reubong, dan motif kubah.

Masing-masing motif tersebut memiliki makna tersendiri, diantaranya sebagai berikut.

1. Motif Awan si Oen

Kata awan si oen, berasal dari bahasa Aceh yang berarti sebongkah awan.

“Motif ini melambangkan kesuburan tanah Aceh serta kemakmuran masyarakatnya,” ujar Nofayana saat ditemui Serambinews.com di lokasi perlombaan, Museum Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (7/11/2023).

2. Motif Bungong Cane’ Meusagoe

Bungong Cane’ Meusagoe berasal dari Bahasa Aceh yang berarti Bunga Sudut berarak, yaitu bunga imajinatif yang dimodifikasi dari motif awan meucanek dan motif bungong sagoe.

Bunga ini memiliki makna sebagai ikatan silaturrahmi yang memperkuat rasa sesama sebagai bentuk kepedulian sosial.

3. Motif Pucok Reubong

Pucok Reubong melambangkan kekuatan yang muncul dari dalam, tekad hati dalam mencapai tujuan, keberuntungan dan harapan.

4. Motif Kubah

Motif ini melambangkan pintu-pintu masuk dalam Masjid Islamic Centre Lhokseumawe yang Megah nan Agung,

Ciri khas kemegahannya yaitu Mimbar Mesjid Agung Islamic Centre Kota Lhokseumawe.

Nofayana melanjutkan, motif awan si oen, bungong cane’ meusagoe dan pucok reubong merupakan ornamen asli dari Kota Lhokseumawe

Tradisi Boh Gaca

Boh gaca atau berinai sudah tidak asing lagi bagi setiap perempuan di Aceh.

Adat ini sudah menjadi tradisi turun-menurun sejak zaman dahulu hingga sekarang dalam masyarakat Aceh.

Boh gaca dilakukan selama tiga sampai tujuh hari sebelum pernikahan, dan umumnya dipakaikan kepada pengantin wanita Aceh atau dalam adat Aceh disebut Dara Baroe.