Politik

Syeikh Al-Azhar Mendesak Negara-negara Arab untuk Menghentikan Agresi di Gaza

123
×

Syeikh Al-Azhar Mendesak Negara-negara Arab untuk Menghentikan Agresi di Gaza

Share this article

PIKIRANACEh.COM – Imam Besar al-Azhar menekankan perlunya para pemimpin dan pejabat Arab berupaya menghentikan agresi Israel di Jalur Gaza, di tengah pertemuan darurat Liga Arab di Riyadh.

Baca Juga: Darurat! Rumah Sakit Indonesia di Gaza Gunakan Migor Jadi BBM Agar Tetap Bisa Beroperasi

Para pemimpin dan pejabat Arab harus segera melakukan intervensi untuk menghentikan agresi dan genosida terhadap rakyat Palestina, Imam Besar al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb, menekankan pada hari Sabtu (11/11/2023).

Sheikh al-Tayeb mendesak para pejabat dan organisasi untuk memberikan bantuan mendesak kepada warga Palestina di Jalur Gaza. Ia juga menekankan perlunya sebuah resolusi yang akan menghentikan pertumpahan darah orang-orang yang tidak bersalah dan mengakhiri kekejaman yang tidak manusiawi.

“Kami mengulurkan tangan kami kepada Anda, berdiri di belakang Anda, dan kami semua memiliki harapan dan keyakinan bahwa Anda [pejabat Arab] akan mengerahkan semua kekuatan, sumber daya, kebijaksanaan, pengalaman, dan [yurisdiksi] yang telah Tuhan berikan kepada Anda untuk menghentikan Zionis ini. agresi terhadap rakyat kami di Palestina,” kata Imam Besar al-Azhar.

Imam Besar menekankan bahwa menanggapi agresi Israel adalah kewajiban agama dan hukum yang harus dipikul oleh semua pejabat Arab.

KTT Arab-Islam

Baca Juga: KTT Arab-Islam di Arab Saudi: Menyatukan Kekuatan untuk Mendorong Berakhirnya Agresi Gaza?

Pernyataan Sheikh Ahmed al-Tayeb muncul setelah Kementerian Luar Negeri Saudi mengumumkan “pertemuan puncak gabungan Arab-Islam yang luar biasa” di Riyadh pada hari Sabtu di tengah perkembangan berbahaya di Gaza dan wilayah Palestina.

KTT tersebut berlangsung pada hari ke-36 agresi di Jalur Gaza, setelah “Israel” telah membunuh lebih dari 11.000 warga Palestina. Pendudukan dengan sengaja menargetkan daerah pemukiman dan rumah sakit, seperti Rumah Sakit al-Shifa, dekat pantai Kota Gaza, yang terus menerus mendapat serangan langsung dari pendudukan sejak hari Jumat.

Abu Obeida, juru bicara militer Brigade al-Qassam Hamas, mengkritik negara-negara Arab karena gagal mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza yang diblokade, karena ribuan truk yang membawa makanan, obat-obatan, dan air serta kebutuhan lainnya menganggur di wilayah Mesir. Perbatasan Rafah.

Demonstrasi massal telah meletus di seluruh dunia Arab, memprotes agresi Israel di Jalur Gaza, kelambanan pemerintah Arab dalam masalah ini, dan kehadiran kedutaan besar Israel di beberapa negara. Tunisia, Lebanon, Yaman, Yordania, Suriah, dan Irak terus menerus menyaksikan protes serupa.***