Politik

Pasukan Zionis Yahudi dan Sekutunya Tak Bisa Dimaafkan Atas Kejahatan di Jalur Gaza

127
×

Pasukan Zionis Yahudi dan Sekutunya Tak Bisa Dimaafkan Atas Kejahatan di Jalur Gaza

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Perang belum usai. Meskipun mulai terjadi penurunan intensitas pemboman, namun aksi brutal pembantaian warga sipil oleh tentara penjajah biadab masih terus terjadi terhadap warga Gaza, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Pemboman kamp pengungsi, sekolah, masjid atau rumah ibadah lainnya, dan yang lebih memalukan menjatuhkan ribuan ton bom dengan jet tempur ke atas rumah sakit adalah tindakan paling jahat di dunia.

Apalagi dengan menargetkan orang-orang lemah tak berdaya dan tanpa senjata dengan pesawat tempur canggih merupakan cara berperang paling gila dan paling menjijikkan di abad ini bahkan sampai kapanpun.

Aksi brutal penyerangan dengan mempertontonkan genosida kehadapan masyarakat dunia bukanlah sesuatu yang dapat dipandang hebat. Justru sebaliknya, mereka sedang membuka kedok asli dirinya sebagai penjahat atau teroris kelas dunia.

Perang di Palestina memang telah menciptakan malapetaka besar pada aspek kemanusiaan dan peradaban. Bukan saja di Palestina namun seluruh dunia. Perang memang menciptakan kehancuran.

Membunuh orang yang tidak terlibat secara langsung dalam peperangan bukan saja bertentangan dengan hukum apapun, juga memunculkan rasa dendam dan sakit hati keluarga korban dan bangsa mereka.

Sangat tidak masuk akal dengan menyerang rumah sakit, membunuh bayi-bayi tak berdosa, dan menyiksa wanita-wanita hanya untuk menyalurkan kemarahan atas kekalahan yang diderita. Sungguh sangat tidak gentle dan tidak ksatira.

Model perang yang diterapkan Zionis Yahudi di Gaza adalah peperangan yang sangat tidak ksatria.

Oleh karena itu kejahatan peperangan barbarisme yang dijalankan oleh tentara Zionis dan seluruh negara pendukungnya sangat tidak dapat diterima dengan aturan manapun, apalagi untuk dilupakan dan maafkan.

Amerika, Inggris, Perancis dan beberapa negara eropa lainnya sebagai sponsor utama menjadi negara yang tidak pantas lagi berbicara tentang kemanusiaan di pentas dunia. Bahkan membicarakan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan mereka di kampus-kampus menjadi kontradiktif.

Para penjahat perang harus diminta tanggung jawab dan seret ke pengadilan kriminal internasional untuk mendapatkan hukum mati setara dengan membunuh ribuan manusia yang mestinya dilindungi.

Jika hal itu tidak dapat dilakukan karena berbagai alasan dan disebabkan oleh konspirasi baru negara-negara terlibat, maka dapat dipastikan dunia ini sedang menuju kehancuran yang lebih besar karena tidak adalagi kesetaraan dan keadilan.

Peperangan akan terjadi kapan saja dan negara-negara kuat sekalipun tidak akan memperoleh insentif apapun.

Sudah saatnya negara-negara eropa untuk mengevaluasi kebijakan mereka untuk menempatkan nilai-nilai kedamaian dunia sebagai prioritas.

Berhenti melanjutkan tindakan imperalis dan memerangi negara-negara yang tidak mau tunduk pada kalian, yang semestinya kedaulatan negara lain harus dihormati.

Marilah menciptakan dunia yang damai dan penuh persaudaraan!***