Politik

BREAKING NEWS – Mahasiswa Demo Tolak Rohingya di Banda Aceh

133
×

BREAKING NEWS – Mahasiswa Demo Tolak Rohingya di Banda Aceh

Share this article

PIKIRAN ACEH — Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menggelar aksi demonstrasi di Banda Aceh menolak penerimaan pengungsi Rohingya di Aceh, Rabu (27/12/2023).

Mahasiswa mendesak pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mendukung penolakan pengungsi Rohingya.

Aksi mahasiswa pertama dilakukan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Di gedung DPRA, mahasiswa meminta pimpinan DPRA segera turun menemui mereka.

Koordinator Aksi, Misbah, mengatakan bahwasanya kedatangan Etnis Rohingya ke Aceh merupakan kejahatan internasional.

Menurutnya, seharusnya Rohingya sudah disediakan hak hidup, pendidikan, dan lain di camp Bangladesh.

Baca Juga: Jusuf Kalla Berharap Aceh Dapat Terima Sementara Ribuan Pengungsi Rohingya, Kita Belajar dari Eropa

Selanjutnya para mahasiswa bergerak menuju Balai Meuseraya Aceh (BMA) di Lampriet, tempat penampungan sementara para pengungsi Rohingya.

Ketika tiba di BMA, demonstran itu langsung berlarian memasuki gedung BMA.

Di dalamnya terdapat para pengungsi Rohingya dari perempuan, anak-anak dan pria dewasa.

Awalnya, pendemo langsung menerobos masuk.

Namun saat berada di dalam, pendemo langsung terpaku.

Ternyata sejumlah pengungsi sedang melaksanakan shalat zuhur berjamaah.

Lalu para pendemo langsung kembali ke halaman gedung BMA.

Seperti diketahui, sejak sebulan terakhir terjadi penolakan keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh. Aksi penolakan terjadi sejumlah daerah seperti Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Sabang dan Banda Aceh.

Baca Juga: Tak Bisa Tolak, Namun Pemerintah Aceh Jamin Tak Menyulitkan Masyarakat soal Rohingya

Diketahui mahasiswa tersebut merupakan gabungan dari beberapa universitas di Banda Aceh seperti Universitas Abulyatama, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Universitas Muhammadiyah.

Para aksi datang membawa spanduk bertuliskan “tolak rohingya” sambil menyanyikan lagu buruh tani.

Aksi juga diwarnai dengan membakar ban sebagai bentuk semangat mereka dalam melakukan demonstrasi. ***