PIKIRANACEH.COM – Kantor Berita Lebanon sebuah serangan bermusuhan Israel yang menargetkan kantor Hamas di pinggiran selatan Beirut menyebabkan Syahidnya Saleh Al-Arouri dan 3 lainnya serta melukai 11 orang, Selasa, (02/01/2024).
Sumber tersebut juga mengatakan, Komandan Batalyon al-Qassam Lebanon Abu Ammar Samir Fandi, juga tewas dalam serangan drone Israel di Beirut.
Baca Juga: BREAKING NEWS – SKK Migas Kembali Ngebor di Laut Aceh
Kabar kesyahidan pejabat Hamas kemudian beredar dengan sangat cepat di media. Faksi Jihad Islam di Palestina langsung memberikan tanggapan dengan mengatakan pembunuhan Al-Arouri tidak akan dibiarkan begitu saja
Gerakan Jihad Islam turut berduka cita atas kemartiran Saleh al-Arouri, wakil kepala kantor politik Hamas, dan menekankan, pembunuhan al-Arouri sejalan dengan upaya musuh untuk memperluas cakupan konflik dan menyeret wilayah tersebut menuju perang lebih luas demi menghindari kekalahan di Gaza.
Jihad Islam mengancam bahwa kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan perlawanan akan terus berlanjut hingga Israel diusir.
Martir Sheikh Saleh al-Arouri, wakil ketua kantor politik Hamas, selalu berada di list pertama sasaran pembunuhan Zionis.
Kepala Biro politik gerakan Hamas musuh Zionis berperilaku sangat brutal dalam menyerang Gaza.
Rakyat kami membuktikan ketahanan dan stabilitas mereka meskipun banyak penderitaan yang disebabkan oleh pengungsian, perusakan dan pembunuhan.
Meskipun ada penindasan dan pembunuhan yang dilakukan oleh rezim Israel, masyarakat Yerusalem dan Tepi Barat akan tetap berada di jalur perlawanan.
Perlawanan untuk menyerang sasaran musuh akan terus berlanjut meskipun ada upaya rezim Israel untuk menghancurkan Gaza dan mengembalikan tentaranya yang ditawan.
Perlawanan, kepemimpinan dan kekuatan kita berada dalam kondisi sehat sempurna dan musuh berada di ambang kekalahan dan kemenangan sudah pasti.
Kami meminta pejuang perlawanan untuk menghancurkan tank dan pengangkut personel musuh.
Ismail Haniyeh juga menyebut pembunuhan pemimpin senior Sheikh Saleh Al-Arouri mengingatkan kita pada pembunuhan serupa yang disaksikan Hamas.
Pembunuhan ini mengingatkan kita pada pembunuhan serupa yang disaksikan oleh gerakan Hamas sejak pembunuhan atas pendirinya, Sheikh Ahmed Yassin, dan Dr. Abdel Aziz Al-Rantisi.
Sebagaimana pembunuhan-pembunuhan ini tidak mempengaruhi jalannya revolusi dan eskalasinya, pembunuhan terhadap syahid Al-Arouri dan yang bersamanya tidak akan mempengaruhi jalannya revolusi.
Orang-orang yang memberikan puluhan ribu syuhada di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon selatan mampu menghadapi musuh ini.
Baca Juga: Fahmi SE Donor Darah untuk Kemanusiaan
“Setelah pembunuhan Martir Saleh al-Arouri, Hamas memberi tahu mediator Mesir dan Qatar untuk menghentikan negosiasi apa pun dengan rezim Zionis,” kata Ismail Haniyeh.
“Tahanan musuh tidak akan dibebaskan kecuali kondisi perlawanan terpenuhi,” tambahnya.
Demonstrasi besar-besaran terjadi di Ramallah untuk mengecam pembunuhan Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Saleh Al-Arouri.
Perdana Menteri Lebanon mengecam tindakan Israel itu dan mengatakan, “pembunuhan pemimpin Hamas Saleh al-Arouri adalah ‘kejahatan baru Israel’ yang bertujuan untuk menarik Lebanon ke fase konfrontasi baru”
Sedangkan Kementerian Luar Negeri Iran merespon pembunuhan Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Sheikh Saleh Al-Arouri, dengan mengatakan, hal itu mencerminkan ketidakmampuan entitas Zionis dan kekalahan telak yang dideritanya dalam menghadapi perlawanan Palestina, dan akan memberikan dorongan lain bagi perlawanan untuk menghadapi penjajah Zionis.
“Operasi teroris ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon, dan entitas Zionis akan menanggung akibatnya,” ujar pejabat tersebut.
Dalam wawancara televisi terakhirnya di Al Jazeera, Wakil Kepala Biro Politik gerakan Hamas, Saleh Al-Arouri, menegaskan bahwa tidak akan ada negosiasi dengan tentara pendudukan mengenai pertukaran tahanan hingga agresi Israel berakhir Jalur Gaza.












