PIKIRANACEH.COM – Seorang Ibu rumah tangga (IRT) asal Sabang, Evy Marina Amaliawati (53) menjadi korban pembunuhan di kediamannya di daerah Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Cut Nur Marlia (25) pada Selasa 2 Januari 2024 pagi, sekitar pukul 05.00 WIB.
Polresta Banda Aceh sedang mengejar terduga pelaku pembunuhan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Kota Sabang itu.
Peristiwa tersebut terjadi diduga saat pelaku hendak melakukan aksi pencurian di rumah korban.
Saat ini, penyidik Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, sedang menyelidiki kasus dugaan pembunuhan di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, penyidik telah memeriksa enam orang saksi untuk dimintai keterangan, termasuk pacar anak dari korban.
Sementara jenazah telah diautopsi, kemudian dikebumikan pihak keluarga.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasat Reskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama mengatakan, penyidik kini telah memeriksa enam orang saksi.
“Saksi yang diperiksa terdiri dari kepala dusun setempat, beberapa tetangga, dua anak korban terdiri dari laki-laki dan perempuan, termasuk pacar anak korban (Reza- red) yang kemarin datang ke rumah saat kejadian,” terang Fadillah, Rabu 3 januari 2024.
Informasinya, keluarga korban Evy Marina Amaliawati merupakan warga asal Sabang yang selama tiga tahun terakhir menetap sementara di Gampong Kajhu. hal ini lantaran korban memiliki anak yang kuliah di salah satu universitas di Banda Aceh.
“Korban dan suami tidak bekerja di sini. Namun mereka bergantian ke rumah tersebut untuk melihat anaknya (Cut Nur Marlia), karena sejak setahun lalu kuliah,” ujar Kasat Reskrim.
“Biasanya korban maupun suaminya berkunjung setiap satu atau dua minggu sekali. Sebelum kejadian, korban ternyata sudah satu minggu berada di rumah tersebut,” sambungnya.
Menurut keterangan sementara, saat malam hari sebelum kejadian, anak korban yakni Cut Nur Marlia diketahui sempat jalan dengan pacarnya Reza (28) dan pulang ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB.
Tiba di rumah, Ia pun langsung tidur dan sekitar pukul 03.00 WIB mendengar suara seperti jejak seseorang masuk ke pekarangan rumah. Hal itu sempat diberitahukan ke pacarnya via telepon.
“Kemudian beberapa saat, anak korban mengaku melihat seseorang ada di dalam rumah yang menggunakan penutup muka dan mantel (jas hujan),” katanya.
“Yang bersangkutan kaget lalu mengaku sempat pingsan, setelah siuman disitulah ia melihat korban yang merupakan ibunya dalam kondisi bersimbah darah, lalu diberitahu ke pacarnya,” jelas Fadillah.
Dari keterangan saksi lain yakni tetangga korban, mereka mengaku tak mendengar adanya suara kegaduhan atau teriakan minta tolong dari rumah korban. Apalagi,rumah itu tergolong berdekatan dengan rumah lainnya.
“Mereka (para saksi tetangga) tidak mendengar adanya suara teriakan atau minta tolong, dari kisaran jam tiga sampai jam enam pagi,” ucapnya.
Saat olah TKP, lanjutnya, petugas juga tidak menemukan adanya kerusakan di bagian pintu rumah, pintu gerbang maupun jendela serta harta benda milik korban yang hilang.
“Saat diperiksa juga tidak ada harta benda yang hilang, ponsel maupun perhiasan milik korban juga masih ada, motor juga ada di rumah itu. Bahkan kalung yang dikenakan korban juga masih ada,” sebutnya.
Kini polisi masih mendalami kasus tersebut dan mencari saksi serta petunjuk lainnya untuk mengungkap siapa pelaku yang tega berbuat demikian.
“Kita juga sudah mengotopsi jenazah korban, saat ini masih menunggu hasilnya. Jenazah korban juga sudah dikembalikan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” jelas Kasat Reskrim.
“Untuk perkembangan selanjutnya nanti akan kita sampaikan, karena masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. ***












