Politik

Sekda Aceh Resmikan MRI 1,5 Tesla di RSUDZA Banda Aceh, Dorong Layanan Diagnostik Medis Berteknologi Tinggi

185
×

Sekda Aceh Resmikan MRI 1,5 Tesla di RSUDZA Banda Aceh, Dorong Layanan Diagnostik Medis Berteknologi Tinggi

Share this article

Banda Aceh. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meresmikan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1,5 Tesla di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Rabu, 8 Oktober 2025.

Peresmian ini menandai langkah penting Pemerintah Aceh dalam memperkuat sarana kesehatan berbasis teknologi tinggi demi peningkatan mutu pelayanan medis kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekda M. Nasir menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas terus meningkat. Karena itu, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur medis, salah satunya melalui pengadaan alat MRI berteknologi 1,5 Tesla.

“Kehadiran alat MRI ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan kemampuan diagnosis dokter dan mempercepat layanan kesehatan. Kini masyarakat Aceh tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk pemeriksaan dengan teknologi tinggi,” ujar M. Nasir.

Ia berharap, pengoperasian alat MRI baru ini dapat mempercepat waktu antrean pemeriksaan, meningkatkan akurasi hasil diagnostik, serta memperkuat posisi RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah barat Indonesia.

MRI 1,5 Tesla merupakan alat pencitraan medis canggih yang mampu menampilkan citra organ tubuh dengan resolusi tinggi. Teknologi ini membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit dengan lebih cepat dan akurat, terutama untuk gangguan saraf, kardiovaskular, dan penyakit organ vital lainnya.

Sekda menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung pengoperasian alat berteknologi tinggi tersebut.

“Setelah pengadaan alat ini, yang tidak kalah penting adalah kesiapan SDM. Kita harus menyiapkan tenaga profesional secara berkelanjutan agar alat ini benar-benar optimal,” ujarnya.

Selain itu, M. Nasir menegaskan bahwa Pemerintah Aceh akan terus memperkuat RSUDZA sebagai rumah sakit kebanggaan rakyat Aceh yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan RI sebagai pengampu layanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU–KIA).

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Aceh tengah menyelesaikan pembangunan empat rumah sakit daerah, salah satunya di Kabupaten Aceh Tengah. Namun, ia menilai fasilitas tersebut masih membutuhkan dukungan alat medis dan tenaga kesehatan dari pemerintah pusat.

“Kami berharap kerja sama dengan Kementerian Kesehatan terus berlanjut agar layanan kesehatan di seluruh Aceh semakin merata,” kata Sekda.

Dalam kesempatan itu, M. Nasir juga mengapresiasi capaian RSUDZA yang menjadi salah satu dari delapan rumah sakit di Indonesia yang berhasil melaksanakan operasi bypass serebrovaskular perdana.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUDZA, dr. Arifatul Khorida, menjelaskan bahwa pengadaan MRI 1,5 Tesla merupakan hasil perencanaan panjang untuk memperkuat layanan diagnostik rumah sakit.

“Alat MRI sebelumnya telah berusia lebih dari 15 tahun. Alhamdulillah kini alat baru sudah berfungsi sebagian dan segera beroperasi penuh. Kami berterima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas dukungannya,” kata Arifatul.

Ketua Tim Kerja Hibah dan Pinjaman Luar Negeri/Manager PMU Sihren, Aderia Rintani, menambahkan bahwa pengadaan alat MRI ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan rumah sakit dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.

“Ini bukan sekadar seremoni. Kami menanggung biaya pemeliharaan alat selama lima tahun agar operasionalnya optimal. Namun yang terpenting adalah memastikan alat ini digunakan secara efektif dengan dukungan SDM yang kompeten,” ujar Aderia.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga ahli melalui pelatihan dan beasiswa agar pemanfaatan alat kesehatan berteknologi tinggi dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Aceh.***