Politik

Taliban Lebih Memilih Twitter Ketimbang Threads, Toleran dan Jamin Kebebasan Berbicara

89
×

Taliban Lebih Memilih Twitter Ketimbang Threads, Toleran dan Jamin Kebebasan Berbicara

Share this article

PIKIRAN ACEH –  Perang pasar antara Threads dengan Twitter memunculkan perbincangan hangat.

Tak tanggung-tanggung, Taliban yang merupakan gerakan politik konservatif pun angkat bicara.

Menurut Taliban, Twitter lebih baik dibandingkan Threads.

Kenapa Taliban menilai demikian?

Menurut Anas Haqqani, pejabat senior sekaligus negosiator Taliban, Twitter lebih baik dibandingkan Threads.

Perbincangan soal Threads menghangat setelah platform buatan Meta itu diluncurkan pada Rabu, 5 Juli 2023.

Banyak orang menilai Threads menjiplak konsep Twitter. Perdebatan mana yang lebih baik antara Twitter dan Threads pun menghangat.

Anas Haqqani menilai, Twitter jauh lebih baik karena kebebasan berbicara yang dijamin.

Baca Juga: Threads Makin Melesat, Twitter Makin Sepi Sejak Dikuasai Elon Musk

“Twitter memiliki dua keunggulan penting dibandingkan platform media sosial lainnya. Pertama, kebebasan berbicara. Kedua, kredibilitas,” sebut Haqqani melalui cuitan di akun Twitter pribadinya pada 10 Juli 2023.

Di sisi lain, Anas Haqqani menilai Threads sebagai platform yang tidak toleran terhadap keberagaman.

“Twitter tidak memiliki kebijakan intoleran seperti Meta. Platform lain tidak dapat menggantikannya,” ujarnya.

Menurutnya, Facebook, TikTok, dan sejumlah platform media sosial selain Twitter, memandang Taliban sebagai organisasi teroris dan melarang mereka mengunggah pesan apa pun.

Migrasi dari Twitter

Sementara itu, Cloudflare membeberkan laporan terkait penurunan aktivitas percakapan di Twitter di tengah banyaknya platform media sosial serupa seperti Threads, BlueSky, dan Mastodon.

Kepala Cloudflare, Matthew Prince, memperlihatkan grafik Twitter yang mengalami penurunan sejak awal tahun 2023 alias setelah Elon Musk menjadi pemilik platform itu.

Bahkan, grafik Twitter makin menunjukkan penurunan dalam peringkat server domain Cloudflare tepat saat dirilisnya aturan pembatasan cuitan yang dilakukan oleh Elon Musk dan diikuti peluncuran platform saingan milik Meta, Threads.***