Politik

Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Penyakit HIV-AIDS

85
×

Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Penyakit HIV-AIDS

Share this article

PIKIRANACEH.COM – HIV/AIDS Salah satu penyakit menular dan mematikan. Penyakit ini marak terjadi di kota-kota besar, dengan perkembangan teknologi saat ini HIV-AIDS cepat berevolusi dalam daerah terpencil.

Baca Juga: Terkait Kasus HIV-AIDS di Abes, Fahmi SE Dorong Peran Keluarga Ditingkatkan

Jelas di dalam semua ini ada segi positif dan negatifnya. Namun yang disayangkan saat ini banyak masyarakat yang menyalah gunakan teknologi salah satu nya (gadget).

Mengapa gadget bisa berdampak kepada HIV-AIDS? Hal yang paling marak terjadi pada saat ini adalah kasus protitusi online yang mana kita tahu bahwa kasus yang paling sulit dicegah dikarenakan penggunaan gadget saat ini tidak memandang umur mulai dari balita sampai lansia.

Pada saat ini yang menyebabkan cepatnya penyebaran HIV/AIDS salah satu nya berganti-ganti pasangan (SEX BEBAS) oleh karna itu dengan meminimalisir kasus prostitusi online bisa mengurangi penyebaran penyakit HIV-AIDS.

Kasus HIV-AIDS sering terjadi di kalangan remaja Sampai orang dewasa dengan pengguna gadget yang berdampak ke segi negatif nya sangat di sayang kan masa depan bangsa rusak dengan salah mempergunakan teknologi.

Penularan HIV/AIDS dapat terjadi oleh beberapa sebab yaitu:

1. Transfusi darah atau produk darah yang sudah tercemar HIV-AIDS.

2. Pemakaian jarum suntik bekas pakai yang sudah tercemar HIV-AIDS dan dipakai bergantian.

3. Hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi HIV-AIDS tanpa perlindungan.

4. Penularan dari ibu yang terinfeksi HIV-AIDS kepada bayinya melalui proses kehamilan, melahirkan, dan menyusui.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS Meningkat di Aceh Pasca Covid-19, Terjangkit Pada Kelompok Usia Muda

Tahap stadium lanjut HIV-AIDS jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi AIDS lebih parahnya lagi bisa menjadi komplikasi infeksi parah sampai kanker tertentu.

Bahkan Indonesia merupakan 5 pendukung terbesar kasus HIV/AIDS sedunia, nomor 3 terbesar di Asia dan terbanyak di Asia Tenggara dengan jumlah kasus mencapai 519.158 kasus per Juni 2022. Dari data Dinas Kesehatan Bener Meriah, saat ini sudah ada kasus 2 kasus HIV.

Oleh karena itu sangat disarankan bagi remaja untuk bisa menjauhi hal-hal yang berbau sex bebas.

Penulis : Maulisa Sarati dan Desinta Rahayu Mahasiswi STIKES Payung Negeri Aceh Darussalam.