PIKIRANACEH.COM | DAERAH – Aceh Wetland Foundation (AWF) dan Tropical Forest Conservation Action (TFCA) menggelar diseminasi liputan jurnalis warga bersama dengan para jurnalis dan aktivis LSM lingkungan di Aceh yang berlangsung di Muharram Journalism College Banda Aceh, 14 Agustus 2023.
Hadir pemateri Prof Darusman dan Yusmadi dari pendiri AWF.
Kepada PIKIRANACEHCOM, Yusmadi mengatakan, Diseminasi Liputan Warga dari Rawa Tripa adalah akhir dari program jurnalis warga untuk isu konservasi Rawa Tripa.
seperti diketahui, awalnya ekosistem Hutan Rawa Gabut Tripa merupakan areal hutan gambut yang luasnya mencapai sekitar 62.000 ha.
Sekitar 300 jenis tumbuhan lokal dan beberapa satwa khas, antara lain fauna, termasuk
Orangutan, Beruang Madu dan Harimau Sumatera dijumpai di Rawa Tripa.
Kondisi Rawa Tripa saat ini telah jauh berkurang sehingga luas Rawa Tripa saat ini diperkirakan hanya sekitar 5.000 hektare.
Bencana berupa kebakaran hutan dan lahan, banjir, alih fungsi lahan, dan pencemaran lingkungan terus mengancam eksistensi hutan berikut keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Ekspansi budidaya kelapa sawit pun berlangsung sangat massif.
Tanaman kelapa sawit sekarangmenutupi 35% dari total area Tripa, ditambah dengan kanal-kanal untuk mendrain air di lahan gambut guna kepentingan pertumbuhan kelapa sawit.
Banyak persoalan yang terjadi di kawasan Rawa Gambut Tripa yang tidak terpublikasi akibat
kurang mendapat perhatian dari media arus utama.
Hal itu dapat dilihat dari porsi pemberitaan yang ada di media lokal dan media nasional.
Karena itu, Aceh Wetland Foundation (AWF) melalui pendanaan Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera menyelenggarakan pelatihan jurnalis warga kepada perwakilan 10 lembaga lokal di Nagan Raya dan Abdya untuk melaporkan isu lingkungan di kawasan Rawa Tripa-Babahrot.
Program ini telah berjalan sejak Agustus 2022, dan tulisan warga yang dihasilkan kemudian dipublikasi secara online melalui kanal Rawatripa.com.
Sejumlah tulisan yang diproduksi oleh peserta tersebut ternyata mengungkap banyak informasi yang meggambarkan kondisi lingkungan dan sosial masyarakat di sekitar kawasan Rawa Tripa, baik yang berada di wilayah Kabupaten Nagan Raya maupun di wilayah Aceh Barat Daya.
Peserta tidak hanya menulis tentang peristiwa, tapi juga didorong untuk menggali dan menyebarluaskan ide-ide solutif dari pihak-pihak yang berkompeten, dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Sehingga program ini dapat memberi wawasan baru bagi stakeholder dan para pihak yang selama ini fokus pada isu-isu lingkungan, khususnya di Rawa Tripa.
Yusmadi menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk membahas laporan/tulisan warga terkait kondisi lingkungan di kawasan Rawa Tripa yang telah dihasilkan selama satu tahun terakhir.
Sehingga diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang lebih solutif atas persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitar kawasan.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas konten oleh jurnalis profesional dari lintas media untuk mendukung kegiatan advokasi isu lingkungan dan kehutanan di kawasan rawa Tripa.
Melalui agenda diseminasi, diharapkan dapat terlaksana tindak lanjut kampanye media oleh para jurnalis profesional terhadap isu yang diberitakan oleh jurnalis warga.
