PIKIRANACEH.COM | DAERAH – Proses akuisisi pabrik Humpuss Aromatic Lhokseumawe oleh Energen DMCC Dubai sudah berjalan setahun.
Namun begitu, sejauh ini belum mendapat titik terang.
Didasari hal tersebut, maka Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A Manaf menawarkan solusi, yakni berupa opsi bangun baru refenery dengan memanfaatkan lahan idle milik LMAN yang sekarang dikelola BUPP KEK Arun.
Saran ini pun disambut baik oleh Energen DMCC Dubai melalui perwakilan Indonesia, Bayu Kristanto.
Baca Juga: Kerjasama Bidang Penanganan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara, PT PEMA dan Kejati Aceh Teken MoA
“Kami menyambutbaik inisiatif dari Pak Ismail yang menawarkan opsi baru karena Humpuss Aromatic Lhokseumawe belum jelas terkait akusisi yang akan kami lakukan,” katanya.
“Kami berkomitmen akan membangun fasilitas pengolahan minyak bumi di Lhokseumawe dalam kawasan KEK Arun Lhokseumawe,” tegas Bayu.
Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan, Ini Dia Link Pendaftaran CPNS Tahun 2023
Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A Manaf yang didampingi Ketua Kadin Lhokseumawe meminta dukungan semua pihak untuk dapat mempermudah dan melancarkan kegiatan-kegiatan investasi yang akan terjadi di KEK Arun Lhokseumawe.
“Harapan saya, rencana investasi ini akan didukung oleh semua pihak, terutama dari pihak LMAN dan PT Patriot sebagai BUPP KEK Arun Lhokseumawe,” urai dia.
“Juga mendapat dukungan dari Pemerintah Aceh dan Masyarakat, khususnya masyarakat Lhokseumawe,” harapnya.
General Manager Operasional KEK Arun Lhokseumawe, Rustam Efendi menyambut dengan terbuka untuk segala kegiatan investasi yang akan dilakukan di kawasan KEK Arun Lhokseumawe.
“Setelah kita meeting tanggal 19 September 2023, dan survey ke lapangan dengan pihak Energen didampingi Ketua Kadin Kota Lhokseumawe, rencana investasi ini langsung kami tindaklanjuti dengan menerbitkan surat rekomendasi calon investor pada tanggal 21 September 2023, dan sudah langsung ditandatangani oleh Bapak Kasuma Indra selaku Direktur BUPP KEK Arun Lhokseumawe,” pungkasnya.
Ketua Kadin Lhokseumawe, Muhammad Amany mengatakan, Lhokseumawe memiliki semua instrument untuk dapat berkembang lebih pesat.
Kita punya regasifikasi, pembangkit listrik dengan kapasitas jumbo, pelabuhan dan yang paling penting kita punya KEK Arun Lhokseumawe,” beber dia.
“Jadi, saya rasa tidak ada alasan untuk investor tidak mau berinvestasi di Lhokseumawe,” ungkapnya.
“Tinggal kemudahan regulasi dan dukungan pemerintah dan masyarakat untuk memudahkan proses investasi di Lhokseumawe,” demikian Muhammad Amany.(*)












