ACEHUPDATE.COM | Malawi – Blantyre, Sedikitnya 60 orang tewas dan melukai sejumlah orang serta meninggalkan kehancuran, setelah Mozambik dan Malawi, Afrika bagian selatan kembali diterjang Topan Freddy untuk yang kedua kalinya dalam sebulan pada akhir pekan atau Sabtu 11 Maret 2023, seperti di lansir dari REUTERS, Senin,13 Maret 2023.
Menurut Organisasi Meteorologi Dunia, Badai atau Topan Freddy adalah salah satu badai terkuat yang pernah tercatat di belahan bumi selatan dan bisa menjadi siklon tropis terlama.
Topan tersebut menerjang Mozambik tengah pada hari Sabtu, merobek atap bangunan dan membawa banjir yang meluas di sekitar pelabuhan Quelimane, sebelum bergerak ke pedalaman menuju Malawi disertai hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor.
Menurut otoritas setempat, tingkat kerusakan dan korban jiwa secara keseluruhan di Mozambik akibat badai Freddy masih belum jelas, karena listrik dan sinyal telepon masih terputus terutama di beberapa daerah yang terkena dampak.
Akibat bencana tersebut di Malawi di kota Blantyre, rumah sakit pusat telah menerima sedikitnya 60 jenazah pada sore hari.
Direktur negara Doctors Without Borders (MSF) Marion Pechayre mengatakan, kepada Reuters melalui telepon bahwa, sekitar 200 orang yang terluka sedang dirawat di rumah sakit tersebut.
Menurut Marion Pechayre umumnus Para korban umumnya terluka akibat tertimpa pohon tumbang, tanah longsor dan banjir bandang, katanya.
“Banyak rumah terendam lumpur beratap seng, jadi atapnya jatuh menimpa kepala orang.”
Saat ini para korban masih terus berdatangan dari daerah yang terkena dampak, kata Chipiliro Khamula, juru bicara departemen penanggulangan bencana.
Sementara itu, Juru bicara kepolisian Peter Kalaya mengatakan, bahwa tim penyelamat telah mencari orang-orang di Chilobwe dan Ndirande. Di dua kota tersebut yang paling parah terkena dampak. Dan di kota terbesar kedua di negara itu Blantyre, hujan masih turun pada hari Senin dan banyak penduduk tinggal dirumah tanpa listrik.
“Beberapa orang dikabarkan masih hilang, dikhawatirkan tertimbun reruntuhan,” kata Kalaya.
Di Quelimane Mozambik, sedikitnya enam orang tewas karena dilanda badai hebat, kata pihak berwenang kepada penyiar publik, Senin,13 Maret 2023.
Menteri Kesehatan Armindo Tiago di Radio Mozambik menyampaikan banyak orang terluka akibat bencana tersebut.
“Situasinya kritis di provinsi Zambezia. Kami tidak dapat memberikan gambaran akurat tentang skala kerusakan karena tidak ada komunikasi dengan semua wilayah,” katanya dari sebuah rumah sakit di Quelimane.
Diperkirakan jumlah total yang tewas akibat badai Freddy di Mozambik, Malawi, dan Madagaskar sejak pertama kali diterjang badai bulan lalu, kini mendekati 100 orang.
Guy Taylor, kepala advokasi, komunikasi dan kemitraan untuk badan anak PBB UNICEF di Mozambik, mengatakan, dari Quelimane bahwa badan kemanusiaan yang ada di sana tidak sanggup untuk menangani bencana sebesar ini.
“Kami melihat banyak bangunan dan klinik yang hancur. Rumah-rumah penduduk atapnya robek ditiup angin. Bahkan sebelum topan melanda, kami melihat banjir lokal,” katanya.
Angin badai mereda pada hari Senin, tetapi masih banyak banjir yang merusak tanaman dan menimbulkan risiko penyakit yang ditularkan melalui air, katanya seperti dikutip Reuters
Mozambik telah mengalami curah hujan lebih dari satu tahun dalam empat minggu terakhir.
Saat ini, Malawi sedang berjuang melawan wabah kolera paling mematikan dalam sejarah dan badan-badan PBB telah memperingatkan situasi sekarang bisa menjadi lebih buruk.
Para ilmuwan mengatakan, perubahan iklim membuat badai tropis semakin kuat, karena lautan menyerap panas dari emisi gas rumah kaca. Dan ketika air laut yang hangat menguap, energi panas dipindahkan ke atmosfer.***












