Politik

IHSG Diperkirakan Alami Konsolidasi Wajar Jelang Pengumuman Suku Bunga BI

48
×

IHSG Diperkirakan Alami Konsolidasi Wajar Jelang Pengumuman Suku Bunga BI

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami konsolidasi yang wajar dalam perdagangan hari ini, Kamis (25 Mei 2023). Pada penutupan perdagangan Rabu (24 Mei 2023), IHSG mengalami kenaikan tipis sebesar 0,14 persen menjadi 6.745,80.

Menurut William Surya, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, ia memprediksi bahwa indeks saham akan bergerak dalam kisaran 6636 hingga 6789. Dia menyatakan bahwa pola pergerakan IHSG menunjukkan bahwa pasar masih akan mengalami konsolidasi wajar dengan potensi kenaikan yang terbatas.

Menurut William Surya, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, dari sisi capital inflow, data hingga saat ini menunjukkan adanya minat investasi yang cukup besar dalam pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini. Selain itu, dari sisi fundamental perekonomian, kondisi ekonomi dinilai masih cukup stabil.

“Faktor faktor tersebut yang menopang pertumbuhan IHSG baik dalam jangka pendek-menengah maupun panjang,” kata William dalam prediksinya, Kamis (25 Mei 2023).

“Sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan investasi bagi investor untuk dapat masuk berinvestasi ke dalam pasar modal Indonesia,” imbuhnya.

Saham-saham yang direkomendasikan William, ICBP, BBRI, TLKM, JSMR, ASII, BSDE, TBIG.

Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan IHSG mengalami normal pullback pasca membentuk three white candles di Rabu (24 Mei 2023). Positive slope pada Stochastic RSI dan MACD mulai menyempit.

“Dengan demikian, IHSG diperkirakan cenderung konsolidatif pada kisaran support 6700 sampai dengan pivot 6760,” kata Alrich.

Sentimen negatif eksternal masih menjadi faktor yang mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Salah satu contohnya adalah data inflasi di Inggris yang mengalami penurunan menjadi 8,7 persen year-on-year (yoy) pada April 2023 dari 10,1 persen yoy pada Maret 2023. Meskipun demikian, angka tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan yang sebelumnya mencapai 8,2 persen yoy.

Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa bank sentral besar di Eropa masih memiliki jarak yang cukup jauh untuk mencapai tingkat suku bunga terminal. Dampak dari situasi ini adalah pandangan pasar yang cenderung negatif terhadap outlook ekonomi, terutama di kawasan Eropa.

Terkait kebijakan suku bunga, Alrich memproyeksikan bahwa Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen pada tanggal 25 Mei. Dalam mengamati kondisi ini, pasar dapat mempertimbangkan peluang untuk mempertahankan posisi beli (maintain buy) pada saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga.

Saham yang direkomendasikan Alrich, MEDC, ISAT, PGAS, BFIN, TBIG, JSMR, INCO dan SIDO. ***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.