Politik

Aldi Taher Bangga Akui Menjilat Partai Demi Viral

84
×

Aldi Taher Bangga Akui Menjilat Partai Demi Viral

Share this article

 

PIKIRANACEH.COM | VIRAL –  Bersamaan dengan keikutsertaannya di Pemilu 2024, Aldi Taher menyebut dirinya tak memiliki program kerja atau visi misi jika terpilih jadi anggota DPR.

Pengakuannya ini pun tak pelak mengundang rasa penasaran aktivis sekaligus politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amani.

Baca Juga: Putri Ariani Ingin Jadi Penyanyi Dunia dan Kuliah di Juilliard School

“Jadi sebenarnya Bang Aldi ini jadi politisi pengin memperjuangkan atau pengin viral?” kata Tsamara Amany.

Secara mengejutkan Aldi Taher mengaku mencalonkan diri hanya untuk mendulang viral.

“Pengin viral. Kalau udah viral baru bisa berjuang,” ujar Aldi Taher.

Baca Juga: Jadi Juara di Liga Champions, Segini Hadiah yang Diterima Manchester City

Bahkan di tengah-tengah perbincangan itu, Aldi Taher mendadak mendeklarasikan diri untuk mundur jadi caleg.

“Enggak. Saya mundur hari ini nyaleg. Jangan pilih Aldi Taher,” ucap Aldi Taher.

Namun keputusannya itu tak sejalan dengan perilakunya yang tampak bangga menggunakan atribut partai kemanapun dia pergi.

Alih-alih mengakui dirinya bangga, diakui Aldi Taher dirinya menggunakan atribut partai karena niatnya menjilat partai demi viral.

Kan gue penjilat sejati ya, semua partai (dijilat),” kata Aldi Taher seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube Komisidotco.

Meski tak berniat untuk terpilih, Aldi Taher mengaku punya catatan anggaran dana kampanye. Hal ini diungkap Aldi Taher kepada awak media.

Aldi Taher mengaku memiliki banyak investor yang disebut sebagai kantong umat. Selain itu, Aldi Taher juga meminta tim suksesnya untuk mengumpulkan dana.

Saya itu nyaleg ataupun pilpres atau pilkada itu kan mau mengabdi untuk rakyat, nanti digaji rakyat dari APBN APBD, ya ngapain keluar uang nyaleg? Makanya saya dagang kemeja kan di TikTok saya,” kata Aldi Taher.

Hal itu lantaran Aldi Taher ogah mengikuti model kampanye caleg lain, yang biasanya diwarnai dengan aksi bagi-bagi duit. Alih-alih membagi-bagikan uang, Aldi Taher justru meminta uang dari rakyat lewat aksinya berjualan atribut partai.

“Kalau dimulai dengan nyaleg bagi-bagi duit, ujung-ujungnya nanti korup. Wong kita mau ngelamar kerja kok,” kata Aldi Taher.***