Politik

Tanah Rencong Kembali Jadi Rebutan Dunia, Ada Apa di Provinsi yang Dijuluki Serambi Mekkah Ini?

71
×

Tanah Rencong Kembali Jadi Rebutan Dunia, Ada Apa di Provinsi yang Dijuluki Serambi Mekkah Ini?

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Provinsi Aceh kini kembali jadi rebutan dunia. Provinsi yang terdiri atas  5 kota dan 18 kabupaten sebagai wilayah administratif ini, ternyata menyimpan harta karun.

Dalam perut bumi Aceh ditemukan cadangan baru minyak dan gas bumi. Besarnya mengalahkan cadangan migas Arab Saudi, yakni 4.685 miliar barel.

Mengapa bakal jadi rebutan dunia? Secara geografis Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam  berbatasan  laut dengan India, Myanmar, Thailand, dan Malaysia. 

Luas wilayah Provinsi Aceh  57.365,57 km2 terdiri atas  kawasan hutan lindung 26.440,81 km2, kawasan hutan budidaya 30.924,76 km2 dan ekosistem Gunung Leuser seluas 17.900 km2.

Provinsi Aceh memiliki 119 buah pulau, 73 sungai yang besar dan 2 buah danau.  Mayoritas penduduk di Aceh memeluk agama Islam. 

Provinsi Aceh memiliki keistimemawaan dibandingkan dengan provinsi yang lain. Di provinsi ini berlaku Syariat Islam, dengan ibukota  Banda Aceh. 

Ditemukannya cadangan migas terbesar itu diungkapkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto.

Dia mengungkapkan  potensi cadangan  migas di  cukup menjanjikan. Cadangan migas tersebut berada di perairan Andaman.

Beberapa perusahaan migas  dunia  mulai berlomba mencari cadangan di wilayah kerja Andaman. Wilayah kerjanya meliputi Andaman I, II, dan III. 

Temuan cadangan migas oleh Premier Oil di Blok Andaman II melalui pengeboran sumur eksplorasi Timpan-1 telah mendapat perhatian investor asing. 

Semua mata pun mulai tertuju pada potensi migas di perairan utara Aceh tersebut. 

Diharapkan Blok Andaman II menjadi temuan besar ke depannya. 

Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan raksasa migas dunia yang sempat hengkang akan datang lagi ke Indonesia. 

Salah satunya didorong adanya potensi temuan potensi migas di Blok Andaman II ini.

Di penghujung 2022 lalu, Kementerian ESDM sempat menyampaikan perkembangan penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) di wilayah utara Aceh atau Sumatera Utara. 

Ladang migas itu mencakup Andaman I, Andaman II, Andaman III dan South Andaman.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan, total sumber daya di Andaman mencapai 4,865 miliar barel setara minyak.

Dengan rincian discovery 260 juta barel equivalent, prospect 1,97 miliar barel equivalent, dan lead 2,63 miliar barel equivalent. 

Sementara itu, Pimpinan DPR Aceh Teuku Raja Kemangan (TRK) menilai ke depan Aceh bakal kaya raya dengan kembali ditemukan cadangan minyak dan gas (migas) terbesar di dunia yang berada di laut lepas Andaman.

Jika itu berhasil maka diprediksi kita (Aceh) tidak miskin lagi’, ujarnya menjawab wartawan, baru baru ini.

Disebutkan dari data yang diperoleh cadangan migas itu diprediksi lebih besar dari milik Arab Saudi yakni 4.685 milliar barrel oil.

Berdasarkan hasil konfirmasi Yanin Kholison Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut menyebutkan benar

ada penemuan potensi cadangan migas baru di blok Andaman II di area offshore sekitar 150 mil laut dengan kedalaman 1000 dengan operator KKKS Harbour Energy.

Kegiatan ini katanya diawasi oleh pemerintah pusat mengingat lokasinya berada di atas area 12 mil laut di area WK seluas sekitar 3000 Km2.

Saat ini masih dikaji lebih lanjut mengenai potensi ini, dan rencananya akan dilaksanakan pengeboran lanjutan untuk memastikan kandungan potensi migas tersebut.

Jadi incaran dunia sebagaimana dilansir detik finance bahwa Aceh jadi incaran dunia dengan penemuan harta karun’ migas di Laut Andaman.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas memiliki strategi untuk mendorong produksi gas lewat sejumlah proyek.

Untuk jangka panjang (long term), SKK Migas akan mendorong produksi di perairan Andaman, Aceh.

Tenaga Ahli Lingkungan SKK Migas Mohammad Kemal mengatakan penemuan cadangan migas di wilayah tersebut telah menarik perhatian dunia internasional.

Menurut Muhammad Kemal, para ahli memperkirakan ada cadangan raksasa di wilayah tersebut.

Untuk long term-nya di atas 2028 kita akan melihat dari potensi-potensi eksplorasi, yang paling besar tentunya adalah di Andaman Integrated.

Nah, ladang migas itu mencakup Andaman I, Andaman II, Andaman III dan South Andaman Ladang migas itu mencakup Andaman I, Andaman II, Andaman III dan South Andaman.

Dia memaparkan, Andaman I dikelola MP dan Premier. Kemudian, Andaman II dikelola Premier, MP dan BP. Sementara, Andaman III dikelola Repsol dan Petronas. Lalu, South Andaman dikelola MP dan Premier.

Progres terkini, kata dia, pengeboran Timpan I di Andaman II telah selesai. Kemudian, seismik Andaman II dilaksanakan seluas 3.620 km2. Lanjutnya,

pada tahun depan akan dilakukan pengeboran di tiga sumur yakni Halwa dan Timpan 2 di Andaman II, serta di Layaran yang merupakan bagian dari South Andaman.

“Pada tahun 2023 direncanakan akan dibor sekitar 3 sumur di lokasi Hawa, Timpan 2 dan Layaran,” demikian Kemal. ***