Politik

Threads Makin Melesat, Twitter Makin Sepi Sejak Dikuasai Elon Musk

58
×

Threads Makin Melesat, Twitter Makin Sepi Sejak Dikuasai Elon Musk

Share this article

PIKIRAN ACEH –  Twitter mengalami penurunan jumlah pengunjung sejak awal tahun ini, alias setelah Elon Musk menjadi pemilik platform itu.

Bahkan, grafik Twitter semakin menurun dalam peringkat server domain Cloudflare tak lama setelah dirilisnya aturan pembatasan cuitan yang dicetus Elon Musk, diikuti peluncuran platform saingan milik Meta, Threads.

Hal itu dilaporkan perusahaan layanan internet Cloudflare.

Kepala Cloudflare, Matthew Prince memperlihatkan grafik Twitter yang mengalami penurunan jumlah pengunjung sejak awal tahun ini, alias setelah Elon Musk menjadi pemilik platform itu.

Bahkan, grafik Twitter semakin menurun dalam peringkat server domain Cloudflare tak lama setelah dirilisnya aturan pembatasan cuitan yang dicetus Elon Musk, diikuti peluncuran platform saingan milik Meta, Threads.

Pada awal Juli 2023 ini, Twitter memaksakan aturan pembatasan jumlah unggahan yang dapat dibaca sesuai tingkatan akun, mulai dari akun berbayar dengan 6.000 cuitan, akun gratisan dengan 600 cuitan dan akun baru dengan 300 cuitan.

Kemudian batas jumlah cuitan yang dibaca itu ditingkatkan menjadi 8.000, 800, dan 400 setiap harinya. Twitter juga mengeluarkan penghapusan kebijakan syarat login pada minggu lalu.

Berbeda dengan itu, Threads yang dirilis ke publik pada Rabu, 7 Juli 2023 malah memanen banyak pengguna.

Tercatat, Threads memiliki pengguna mencapai 100 juta selama empat hari beredar di lebih dari 100 negara di dunia.

Namun, ratusan juta pengguna Threads masih belum mencakup negara-negara dari Uni Eropa yang tidak dapat mengakses aplikasi itu, sebagaimana undang-undang mereka ketat dengan aturan privasi pribadi.

Threads sangat menarik perhatian dengan sejumlah fitur menarik, yakni tombol untuk menyukai, mengunggah ulang, membalas atau mengutip, dan penghitung yang menunjukkan jumlah suka dan balasan yang telah diterima dari sebuah unggahan.

Dalam satu contoh, unggahan Threads menyediakan sebanyak 500 karakter, berlainan dengan Twitter yang hanya dibatasi 280 karakter.

Unggahan Threads dengan kuota 500 karakter itu, juga dapat menyertakan tautan, foto, dan video berdurasi lima menit.

CEO Meta, Mark Zuckerberg mengumbar keyakinan bahwa Threads akan menjadi ruang percakapan publik terbesar di seluruh dunia.

“Seharusnya ada aplikasi percakapan publik dengan lebih dari 1 miliar orang di dalamnya,” ujar Mark Zuckerberg dalam sebuah unggahan di akun Threads-nya, dikutip Pikiran-Rakyat.com pada Kamis, 6 Juli 2023.

Lebih lanjut, Zuckerberg memastikan Threads sedang mengembangkan kesempatan yang gagal dilakukan oleh Twitter.

“Twitter memiliki kesempatan untuk melakukan ini tetapi belum berhasil. Mudah-mudahan kami akan melakukannya,” ujarnya lagi.***