PIKIRANACEH.COM | DAERAH – Kuah beulangong telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2008 Lalu.
Kuah Beulangong berupa masakan khas Aceh yang menggunakan daging kambing atau lembu dan dimasak dengan bumbu kari.
Untuk campuran isi kuah berupa nangka muda, pisang muda, atau hati pohon pisang.
Baca Juga: Alasan Tidak Mampu Kerja, Ramai Pejabat di Lhokseumawe Mengundurkan Diri
Dalam sejarahnya, masyarakat Aceh memadukan daun kari dari pedagang India dengan rempah-rempah Nusantara.
Kuah Beulangong juga pernah menggunakan biji ganja dalam daftar rempahnya. Biji ganja yang dihaluskan dapat membuat daging lebih empuk dan sebagai penyedap rasa.
Baca Juga: Iswanto Diperpanjang Kembali sebagai PJ Bupati Aceh Besar
Dipercaya, biji ganja berfungsi sebagai bahan pengawet alami.
Baca Juga: Update Kasus Beasiswa Aceh Tahun 2017, Hingga Sekarang Belum Selesai, Ini Kata Aspidsus
Proses Memasak Kuah Beulangong Kuah beulangong berasal dari kata belanga atau kuali besar.
Dimana, proses memasak kuah beulangong menggunakan kuali besar.
Bumbu-bumbu yang digunakan berupa rempah-rempah yang terdiri dari kemiri, kunyit, kayu manis, kapulaga, dan lainnya.
Dalam kepercayaan adat setempat, proses masak kuah beulangong hanya boleh dilakukan oleh laki-laki
Cara mengaduk makanan khas ini juga tergolong istimewa, yaitu dengan diaduk berlawanan dari arah jarum jam sambil bersalawat.












