Politik

Puluhan Santri Baru Dayah Wakaf Barbate Mulai Masuk Asrama

56
×

Puluhan Santri Baru Dayah Wakaf Barbate Mulai Masuk Asrama

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Puluhan santri baru Angkatan Ke-2 Dayah Wakaf Barbate, Kebun Kurma, Blang Bintang, Aceh Besar mulai masuk asrama kemarin, Sabtu (15/07/2023) yang disertai dengan acara penyambutan oleh pimpinan dayah bersama pengurus Yayasan Wakaf Barbate Islamic City (YWBIC).

Baca Juga: Dayah Wakaf Barbate Kebun Kurma Terima Santri Baru Angkatan Ke-2

Santri baru angkatan ke-2 Tahun Ajaran 2023/2024 tersebut berjumlah 20 orang yang direkrut dari daerah kabupaten/kota di Provinsi Aceh dengan kriteria anak yatim, piatu, yatim-piatu, fakir-miskin, dan dari kalangan muallaf.

Para santri tersebut berasal dari 11 Kab/Kota yakni Kab. Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Besar, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Pidie.

Seiring dengan akan memasuki masa belajar tahun ajaran baru 2023/2024, pihak YWBIC dan pimpinan dayah melakukan penyambutan secara khusus dengan menggelar kenduri atau makan siang bersama yang berlangsung penuh khidmat kemarin di dayah setempat.

Mereka diantar langsung oleh keluarga mereka yang sebelum diserahkan kepada pimpinan dayah dan pihak yayasan.

Belajar tahfidz Alquran dan pendidikan umum di Dayah Wakaf Barbate tidak dipungut biaya apapun, bahkan santri diberikan uang saku sehari-hari saat mereka belajar dan sekolah.

Ketua Umum YWBIC Dr Sofyan A. Gani MA dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya sangat menyadari adanya keterbatasan dari segi ekonomi orang tua santri namun anak-anak itu memiliki potensi baik dalam menghafal Alquran.

Namun Sofyan A. Gani tidak menginginkan keterbatasan finansial orang tua mereka menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan dan terlupakan.

“Kalau pendidikan pesantren dan dayah yang berbayar kan banyak di Aceh, sedangkan anak-anak yang seperti ini kan terlupakan, mereka tidak ada uang. Mau masuk pendaftaran saja bisa Rp3 juta sampai Rp5 juta, kan orang tua harus mundur,” ujar Sofyan.

Ia menambahkan, jadi kita sayang juga melihat anak-anak yang berpotensi namun tidak ada kesempatan. Jadi kami berpikirlah dengan teman-teman ini, bagaimana apa yang bisa kita bantu untuk mereka yang secara ekonomi tidak beruntung. Jadi keikhlasan kami lah untuk menjadi dayah seperti itu.

Sementara Ketua Panitia Penyambutan Santri Baru, Zulfikar yang juga Sekretaris Umum YWBIC mengatakan, “pendidikan di Dayah Wakaf Barbate adalah santri yang diterima (hasil rekrutmen) tim yang telah dibentuk turun langsung ke lokasi/daerah adalah gratis (tidak berbayar), dan pengurus YWBIC yang berikhtiar menjemput/mencari rezeki dari donatur dalam bentuk sedekah, infaq, zakat dan wakaf.”

Baca Juga: Fokus Pada Pengembangan Bank Syariah Saja dan Jangan Plin Plan

Zulfikar juga menjelaskan, kegiatan rekrutmen yang telah dilakukan dengan mengunjungi ke Madrasah Ibtidaiyah/SD di kecamatan & gampong yang termiskin/terpencil di Kab/Kota di Aceh. Hal ini sejalan dengan strategi percepatan penurunan kemiskinan Aceh yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Aceh yaitu mengurangi beban penduduk miskin, menguatkan kapasitas penduduk miskin dan meningkatkan pendapatan penduduk miskin.

“Alhamdulillah acara resmi penyambutan santri memasuki masa belajar dan pengenalan Dayah Wakaf Barbate sekaligus serah terima pengurus yayasan kepada pimpinan dayah dan pendidikan umum pada hari ini berjalan lancar dan penuh khidmat,” pungkas Zulfikar.***