Politik

Muhammad Nazar untuk Nezar Patria Jadikan Aceh Terakses Merdeka dan Merata

76
×

Muhammad Nazar untuk Nezar Patria Jadikan Aceh Terakses Merdeka dan Merata

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Presiden RI Joko Widodo melantik putra Aceh Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informasi (Wamenkominfo) mendampingi Budi Arie di Istana Negara Jakarta, pada Senin 17 Juli 2023.

Posisi Menkominfo Budi Arie menggantikan Johny G Plate yang tersangkut kasus dugaan korupsi triliunan rupiah dalam proyek pembangunan BTS di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga: 12 Sajian Kuliner Khas Aceh dengan Cita Rasa Bikin Ngiler, Patut Kamu Coba!

Pengangkatan Nezar Patria membuat Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012, H. Muhammad Nazar merasa gembira karena jabatan tersebut sangat strategis mengingat di Aceh hingga saat ini masih mengalami banyak hambatan dan keterbatasan dalam mengakses internet (informasi).

Dalam konteks kepentingan Aceh, tokoh yang lebih dikenal dengan panggilan Nazar SIRA mengharapkan, kehadiran Nezar Patria sebagai Wamenkominfo dapat menjadikan Nanggroe Aceh terbebas dari persoalan klasik, tidak bisa mendapatkan informasi secara merata di seluruh pelosok Aceh.

Terrmasuk ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang rendah hingga kualitas, seperti peralatan komunikasi selular dan internet. 

Kata Nazar, lebih dari 500 desa di Aceh yang hingga sekarang belum terakses informasi berdasarkan pantauan atau data tahun lalu.

“Masih ada 500 desa lebih atau gampong di Aceh yang belum memperoleh akses jaringan telekomunikasi selular maupun internet, sedangkan hal itu di zaman sekarang sangat dibutuhkan, termasuk untuk proses belajar mengajar di sekolah atau dunia pendidikan, aktifitas perekonomian hingga sosial budaya,” ujar Nazar kepada PIKIRANACEH.COM, Selasa (18/07/2023).

“Infrastruktur, pemerataan akses hingga perbaikan kualitas harus dilakukan segera, Aceh harus bebas merdeka dan merata mendapatkan kebutuhan tersebut,” sambungnya memperkuat harapan.

Selain itu menurut tokoh utama Partai SIRA tersebut, kehadiran Nezar Patria juga diharapkan mengawal kepentingan Aceh di tingkat nasional, bukan hanya terkait komunikasi dan informatika. 

Termasuk menurutnya lagi, agar Aceh tetap memiliki aroma yang baik dan tidak dijadikan lupa oleh pemerintah pusat RI di Jakarta.

Sebab selama ini, dampak konflik, meskipun jalan damai telah dibangun dan dirawat selama 18 tahun tetapi perhatian serius dan ikhlas dari pusat selalu dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan. 

Nama Nezar Patria dan Muhammad Nazar selalu menjadi bursa penting dari Aceh saat isu-isu pengangkatan dan pergantian menteri, terutama usai Pilpres terjadi. 

Sejak usai Pilpres 2014 nama Muhammad Nazar misalnya, sempat masuk dalam tiga besar bakal calon menteri sosial dan agama.

Demikian juga kala itu nama Nezar Patria berkembang di berita berbagai media dan survei bursa kandidat menteri yang disebut-sebut.

Baca Juga: Bank Konvensional Tolak Kembali ke Aceh

Kedua tokoh muda tersebut adalah para aktifis Aceh yang sering tampil secara bersama maupun terpisah dalam beberapa kegiatan nasional selama ini.

Juga keduanya terkenal sebagai aktifis HAM, kebebasan, demokrasi dan keadilan hingga ke mancanegara. 

Selain itu, pengalaman aktifisme keduanya juga sangat menegangkan. Nezar Patria pernah diculik tetapi kemudian diselamatkan dan kini menjadi Wamenkominfo.

Sedangkan Muhammad Nazar SIRA ditangkap dan dipenjarakan berkali-kali, hingga dirinya sempat diasingkan ke penjara di pulau Jawa serta baru dibebaskan setelah perjanjian Helsinki antara RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). 

Lalu kemudian Nazar terpilih sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012 dalam Pilkada langsung pertama dalam sejarah Aceh dan satu-satunya wakil gebernur yang menang bersama gubernur Irwandi Yusuf melalui jalur independen tanpa partai.

Bukan itu saja, rumah pribadi milik orang tua Muhammad Nazar di kampung kelahirannya yang terletak gampong Meunasah Kumbang Kecamatan Ulim Pidie Jaya juga ikut dibakar oleh orang-orang tak dikenal hingga ludes.

Baca Juga: Muhammad Nazar SIRA: Menghidupkan Kemanusiaan yang Tak Boleh Mati, karena Ia Harus Selalu Hidup dan Mulia

Saat itu Nazar masih berada di dalam Penjara Keudah Banda Aceh 22 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 21 Agustus 2001, saat tensi konflik Aceh sedang menaiki puncaknya. 

Nazar telah menyampaikan ucapan selamat kepada Nezar beberapa jam sebelum pelantikan via WA.

“Mudah-mudahan tameudoa beujadeh dan seulamat beh, bek hana ureueng Aceh sagai lam kabinet. Saleuem Sukses Sehat Selalu, Nazar dan Keluarga,” bunyi chat Nazar SIRA kepada Nezar Patria.

Nezar pun membalasnya seperti ini, “Aamiinn ya Rabbal Alamin, Teurimong gaseh Tgk. Nazar.”***