Politik

Pewaris Kerajaan Aceh Kibarkan Bendera Alam Pedang di Istana Darul Ihsan

39
×

Pewaris Kerajaan Aceh Kibarkan Bendera Alam Pedang di Istana Darul Ihsan

Share this article

PIKIRANACEH.COM | DAERAH – Kerajaan Aceh Darussalam terkenal sampai ke saentero dunia. Bahkan, kerajaan ini termasuk dalam empat imperium besar Islam pada masanya.

Namun setelah pendudukan Belanda, kejayaan dan sejarah Aceh yang gemilang hilang bak ditelan bumi. Raja terakhir Sultan Muhammad Daud Syah pun ditawan dan dibuang Belanda ke Batavia.

Baca Juga: Mengisi Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah, BKM Babul Maghfirah Ajak Generasi Milenial Memakmurkan Masjid

Konflik dan kekerasan yang sempat melanda Aceh sejak tiga dasawarsa lalu juga tidak terlepas dari sejarah kejayaan masa lalu.

Baca Juga: Nilai Ekspor Impor Aceh Meningkat Tajam Capai 57 Juta USD Semester Ini

Rakyat Aceh masih terus mendambakan Aceh seperti pada masa dahulu menjadi pemain utama dalam percaturan politik di dunia Islam.

Perjuangan bersenjata yang kemudian ditransformasikan ke dalam sistem politik saat ini, ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan Aceh. Apalagi Aceh seperti masa para raja.

 

Hal yang menarik kini muncul klaim oleh Tuanku Muhammad (I) ZN Al Haj.

Di saat ketegangan politik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh terkait identitas Aceh baik dari sisi bendera dan himne, ia menyebut dirinya sebagai pewaris dan pengemban amanat Diraja Kerajaan Aceh Darussalam.

Baca Juga: 590 Bacaleg di Aceh Diduga Tak Bisa Mengaji, Tidak Hadir Saat Uji Mampu Baca Al-Qur’an

Mewakili keluarga besar pewaris Diraja Kerajaan Aceh Darussalam, Tuanku Muhammad pun menggelar upacara peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah yang dirangkai dengan pengibaran bendera alam pedang.

Upacara dan pengibaran bendera Diraja Kerajaan Aceh Darussalam berlangsung di Istana Darul Ihsan di Banda Aceh, Rabu (19/7/2023).

Upacara ini terus dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Uniknya, para peserta upacara mengenakan baju kebesaran seperti baju adat Aceh.

Termasuk mengenakan lencana penghargaan di dada.

Selain keluarga pewaris kerajaan, upacara juga dihadiri undangan komunitas internasional dari Thailand, Korea Selatan, Laos, Malaysia, dan juga dari nusantara seperti Riau.

Baca Juga: Bank Indonesia Gandeng LP3H Yayasan Matahari Latih Calon Pendamping PPH

Bendera alam pedang merupakan bendera Diraja Kerajaan Aceh Darussalam yang ada sejak ratusan tahun silam.

Bendera alam pedang dengan warna merah serta bintang dan bulan sabit putih. Di bagian bawah ada pedang, yang juga warna putih.

Upacara diawali laporan komandan upacara kepada pemimpin upacara. Kemudian, tiga lelaki membawa bendera menuju dua tiang bendera di halaman istana kerajaan.

 

Bendera pertama yang dikabarkan adalah merah putih yang diiringi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Selanjutnya, pengibaran bendera alam pedang yang diiringi selawat badar yang diucapkan semua peserta upacara.

Pewaris Diraja Kerajaan Aceh Darussalam Tuangku Muhammad (I) ZN Al Haj dalam maklumatnya mengimbau umat Islam bersatu dalam menghadapi segala ancaman perpecahan, baik dalam maupun luar negeri.

“Peringatan 1 Muharram merupakan berhijrah yang diberikan Rasulullah Muhammad SAW. Rasullullah hijrah bukan hanya berpindah tempat dari Mekkah ke Madinah, tetapi juga sebagai tempat memulainya peradaban. Sebagai umat, kita agar selalu berhijrah ke tempat atau suasana yang lebih mashlahat dari sebelumnya,” sebut Tuanku Muhammad.

 


Sementara itu, Juru Bicara Majelis Istiadat Waris Diraja Kerajaan Aceh Darussalam Panglima Prof TH Muhammad Siddiq Armia mengatakan peringatan 1 Muharram yang dirangkai dengan pengibaran bendera alam pedang dan pembacaan maklumat merupakan acara tahunan.

“Acara tahunan tersebut dilaksanakan untuk memaknai esensi hijrah bagi umat Islam. Tujuannya, agar umat selaku melakukan hijrah hakiki dalam kehidupan, baik pribadi maupun untuk kepentingan umatnya.” (*)