Politik

Setelah 20 Tahun Bersama PPP, Hari Ini Tgk H Musannif Menyatakan Pengunduran Diri Secara Terbuka!

88
×

Setelah 20 Tahun Bersama PPP, Hari Ini Tgk H Musannif Menyatakan Pengunduran Diri Secara Terbuka!

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Aceh Tgk H Musannif Sanusi, SE menyatakan pengunduran diri dari partai berlambang kabah tersebut sejak 20 Agustus 2023. Namun pernyataan secara terbuka baru dilakukan  dalam sebuah konferensi pers di di Kupi Nanggroe, di Banda Aceh hari ini (Selasa, 22/08/2023).

Berita pengunduran diri Musannif telah mengejutkan banyak pihak, mengingat selama ini ia tidak pernah menyampaikan kejanggalan dalam hubungannya dengan PPP kepada media.

H Musannif menjelaskan, pengunduran dirinya dari keanggotaan PPP telah disampaikan secara resmi kepada DPP PPP secara tertulis melalui surat yang ditujukan kepada Plt Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, di Jakarta.

Baca Juga: Pewaris Kerajaan Aceh Kibarkan Bendera Alam Pedang di Istana Darul Ihsan

Dalam surat yang ditulis pada 20 Agustus 2023 atau satu hari setelah pengumuman DCS di situs resmi KPU Pusat, Musannif menyatakan, salah satu alasannya mundur dari keanggotaan PPP adalah karena merasa mendapat perlakuan tidak adil dalam proses pengajuan nama bakal calon anggota legislatif pada Pemilu 2024.

Pengunduran diri tersebut setelah namanya tidak muncul dalam pengumuman dalam daftar calon sementara (DCS) calon legislatif DPR RI. Padahal segala kelengkapan berkas sudah dilengkapi dan telah menerima surat penugasan.

“Saya merasa tidak dibutuhkan PPP, saya butuh PPP, tapi PPP tidak butuh kepada saya,” ujarnya.

Dirinya juga diminta menandatangani surat pernyataan dukungan terhadap salah satu capres. Sementara bakal caleg lainnya tidak diminta. Musannif meyakini Anies Baswedan sosok terbaik menjadi presiden.

Musannif meyakini ada pihak yang menjadi “promotor” yang memaksanya menandatangi surat pernyataan tersebut beserta sejumlah poin. Meskipun demikian, ia tidak bersedia menyebutkan namanya.

Baca Juga: Ini Link Resmi Pengumuman DCS DPRA, DPR RI, DPD Provinsi Aceh Pemilu 2024, Begini Cara Beri Tanggapan

Menurutnya, DPP PPP kurang bijak dalam mengelola partai. Seharusnya dibuka ruang diskusi terhadap perbedaan.

Dijelaskan, konferensi pers yang dilaksanakan untuk menghindari anggapan bahwa dirinya berkhianat terhadap partai.

“Seharusnya PPP tidak cawe-cawe Pilpres. Mengapa tidak fokus membenahi partai,” tuturnya.

Setelah mundur, lanjut Musannif, akan mencoba berpikir secara tenang, berdiam diri satu hingga dua minggu, untuk selanjutnya menentukan arah perjuangan apakah Pileg atau Pilkada.

“Banyak tawaran dari beberapa partai dari seminggu sebelumnya, apakah mau naik DPRA atau DPR RI.

Kata Musannif, dari berbagai pendapat yang diterimanya, ia akan beristikharah. “Saya bulat naik Pilkada Aceh Besar. Tapi “orang tua” saya menyarankan saya naik di Banda Aceh,” terangnya.***