PIKIRANACEH.COM – Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Aneuk Syuhada Aceh ( JASA ), menyampaikan duka yang sangat dalam atas meninggalnya Imam Masykur, pemuda Aceh yang menjadi korban penculikan dan penganiayaan Oknum Paspampres di jakarta.
Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh, Bukhari S.E mengatakan aksi penculikan dan penganiayaan yang di lakukan oleh oknum TNI tersebut telah mencoreng nama baik Institusi TNI dan membuat trauma masyarakat.
Menurut Bukhari, Institusi TNI mempunyai catatan buruk di benak masyarakat Aceh akibat kekerasan yang dilakukan di masa lalu. Dan hari ini masyarakat Aceh kembali di hadapkan pada kasus ini.
Bukhari menilai, kasus ini adalah sederet peristiwa kegagalan institusi TNI dalam mendisiplinkan anggotanya. “maka penting bagi pihak TNI untuk bekerja sama untuk mengusut tuntas kasus ini demi citra baik institusi TNI itu sendiri”. Ujarnya
Dan juga besar kemungkinan kasus ini menjadi tindakan pelanggaran HAM mengingat pelakunya berasal dari Institusi alat negara.
Maka kita berharap semua pihak bekerja untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Supaya bisa memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya, dan juga hukuman yang setimpal dan memberikan efek jera bagi si pelaku supaya kasus yang serupa tidak terjadi lagi kedepannya.
Hal senada juga disampaikan oleh muda seudang Aceh Utara berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa salah satu pemuda Aceh di Jakarta.
ZulfadhliNurdin, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas dan menyeluruh terhadap kasus penyiksaan dan penganiayaan yang berakhir dengan hilangnya nyawa Imam Masykur (25), warga Desa Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Warga Aceh tersebut meninggal dunia setelah penyiksaan dan penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres. Muda seudang Aceh Utara mengecam dan mengutuk keras dugaan pembunuhan tersebut.
“Kami mengecam dan mengutuk aksi bidab yang dilakukan oknum Paspampres terhadap Imam Masykur, warga Aceh di jakarta. Kasus keji ini harus diusut dengan menyeluruh dan transparan, jangan sampai ada yang ditutupi supaya masyarakat Aceh khususnya, puas terhadap proses penegakan hukum”,Tegas Zulfadhli.
“Kami meminta semua pihak yang terlibat dalam proses penculikan dan pembunuhan tersebut agar semuanya di proses hukum, baik pelaku itu sendiri, atau pihak-pihak yang ikut membantu proses pembunuhan ini terjadi”. Tambahnya lagi.
Dia juga menambahkan bahwa kejadian keji ini tidak hanya menyayat hati keluarga korban tetapi juga melukai hati seluruh masyarakat Aceh. “Oknum Paspampres tersebut tidak hanya melukai hati korban, tetapi juga melukai hati seluruh masyarakat Aceh”. Pungkas pemuda yang akrab disapa Fadhli tersebut.
Muda Seudang Aceh Utara juga mengajak seluruh masyarakat Aceh agar kompak dan bersatu untuk mendesak aparat penegak hukum agar menghukum pelaku seberat-beratnya. Bahkan jika kasus ini tidak di proses secara transparan, Muda Seudang Aceh Utara beserta barisan pemuda Aceh lainnya siap melakukan aksi turun ke jalan secara besar-besaran.***












