PIKIRANACEH.COM – Ada sebuah kalimat yang sering kita baca di media sosial, “perbaiki shalatmu, maka Allah SWT akan memperbaiki hidupmu.”
Menurut Ustadz Dr rer.nat. Ilham Maulana, S.Si kalimat tersebut kurang tepat jika memosisikan shalat sebagai tujuan untuk kualitas hidup.
Baca Juga: 5 Cara Mudah Meraih Ketenangan dalam Hidup
“Kita perlu mengubah paradigma terhadap shalat,” ungkap Ilham Maulana pada taushiyah subuh di Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjung Selamat, Sabtu, 02/09/023.
Lantas Ilham Maulana mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala: “Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. Ta-Ha 20: Ayat 14)
Dari ayat di atas dengan jelas disebutkan bahwa shalat adalah untuk mengingat Allah SWT. Itulah tujuan shalat yang sesungguhnya.
“Jangan pernah beranggapan bahwa shalat adalah jalan untuk memperbaiki kualitas kehidupan. Jika memang karena shalat hidup dilancarkan, dimudahkan, menjadi kaya, jabatan, itu adalah efek samping,” ujar Ilham.
Dia menambahkan, jikalau pun tidak, maka tetap shalat karena sesungguhnya shalat itu murni bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT sebagai khaliq.
Sebab, katanya lagi, apabila shalat itu dianggap sebagai untuk memperbaiki kualitas hidup, maka orang yang kualitas hidupnya sudah baik tidak perlu melakukan shalat lagi, “ini sangat berbahaya,” tambah Ilham.
Baca Juga: Hindari Bangkrut di Hari Kiamat
Begitu pun, lanjut Ilham Maulana, maka Rasulullah sudah pasti kaya, dan selalu memenangkan peperangan karena shalat beliau paling bagus. Namun kan tidak demikian.
Sebab itu, “kita harus merubah paradigma tentang shalat. Shalat adalah semata-mata sebagai penghambaan kita kepada Allah SWT. Kita harus membetulkan niat shalat kita,” pungkasnya.***












