Politik

BREAKING NEWS – Panglima TNI Yudo Margono Bersedia Bertemu Ibu Imam Masykur

77
×

BREAKING NEWS – Panglima TNI Yudo Margono Bersedia Bertemu Ibu Imam Masykur

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Yudo Margono mengaku pihaknya bersedia untuk bertemu Ibunda Imam Masykur, korban pembunuhan oknum prajurit TNI.

Imam Masykur (25) diculik dan disiksa oleh oknum anggota paspampres hingga tewas.

Namun kata Yudo Margono, pertemuan itu tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat, karena masih melakukan pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di Jakarta.

“Nanti kita atur waktunya, saya kan masih bertanggung jawab untuk pengamanan KTT ini, mungkin nanti habis pengamanan KTT-lah, kita atur waktunya,” ujar Yudo di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu 6 September 2023.

Panglima TNI Yudo Margono juga memastikan dirinya tak akan menghalangi pihak keluarga Imam Masykur jika ingin bertemu dengan dirinya.

“Pada intinya saya membuka diri untuk keluarga kalau ingin ketemu saya,” tandas Yudo.

Seperti diketahui, Ibu almarhum Imam Masykur dan perwakilan keluarga telah tiba di Jakarta pada Minggu 3 September 2023.

Mereka didampingi oleh Tim Kuasa Hukum Hotman 911 dan saat tiba di Jakarta disambut oleh anggota DPD perwakilan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sudirman Haji Uma.

Ibu Fauziah dan keluarga ingin bertemu dengan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk meminta kejelasan kasus yang menewaskan putranya oleh oknum Paspampres dan TNI AD lainnya.

“Ibu Fauziah dan Keluarga akan bertemu dengan Hotman Paris di Kopi Johnny. Selanjutnya, Tim Hotman 911 akan mendampingi Ibu Fauziah untuk bisa bertemu dengan Panglima TNI,” kata Hotman Paris.

Sebelumnya, anggota Paspampres Praka Riswandi Manik atau RM, dan dua prajurit TNI lainnya, yakni Praka HS dan Praka J menculik, memeras, dan menganiaya seorang pemuda asal Aceh bernama Imam Masykur hingga tewas.

Imam Masykur merupakan seorang penjaga toko kosmetik di daerah Rempoa, Tangerang Selatan.

Dua prajurit TNI yang terlibat kasus ini, Praka HS merupakan anggota Direktorat Topografi TNI AD, sementara Praka J adalah anggota TNI di Kodam Iskandar Muda.

Tiga prajurit TNI yang terlibat kasus tersebut kini telah ditahan oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya. ***