Politik

Guncangan Hati sebagai Ujian Iman

86
×

Guncangan Hati sebagai Ujian Iman

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Bersyukur kita karena Allah SWT telah memilih kita menjadi orang yang beriman. Menjadi orang beriman adalah bentuk kasih sayang Allah SWT yang luar biasa untuk kita. Sebab itu, apapun yang terus dan dialami dalam hidup ini jangan pernah risau.

Manusia memang kerap merasa risau manakala kuatir terjadi sesuatu yang buruk pada suatu perkara. Beruntung jika kerisauan itu karena memikirkan orang lain yakni umat. Maka kerisauan dan kekuatiran tersebut akan berbuah pahala bagi dirinya.

Ada seseorang yang risau sebab memikirkan umat. Tidak bisa tidur nyenyak karena kuatir umat yang dipikirkannya itu akan mengalami sesuatu yang tidak diharapkan, lantas membuat jiwanya seperti diguncang. Maka yakinlah itu lebih baik bagi orang beriman. Kenapa? Pertanda Allah SWT sedang menguji keimanannya.

Baca Juga: Beasiswa Penuh BRI 2023, Ada Uang Bulanan, Fasilitas Leptop dan Biaya Skripsi, Lulus Bisa Langsung Kerja

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS: Al-‘Ankabut, Ayat: 2-3).

Ini adalah ujian di untuk melihat sejauh mana dan dalamnya keimanan dan keyakinan kita kepada Allah SWT.

Nabi Yusuf as ketika ia digoda oleh Zulaikha yang memiliki paras yang sangat cantik. Sedangkan di dalam kamar hanya ada mereka berdua, tanpa ada siapapun yang melihat. Dan kamar Zulaikha memiliki tujuh pintu yang semuanya terkunci rapat.

Namun apa yang terjadi? Ketika Yusuf menolak hasrat Zulaikha yang telah ditunggangi oleh syaitan itu, seraya berkata, “aku takut kepada Allah SWT,” sedangkan Zulaikha terus melancarkan rayuannya, “kemarilah Yusuf,”

Yusuf menyerahkan diri dan yakin kepada Tuhan nya. Maka pintu yang tadinya terkunci kuat, dengan sendirinya terbuka. Sehingga Yusuf dapat menjauhkan diri dari perangkap Zulaikha.

Begitulah ketika kita yakin kepada Allah SWT, maka bantuan Allah SWT akan datang dari jalan yang tidak disangka-sangka. Itulah ujian iman.

Begitu pula saat Nabi Ibrahim as hendak dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud yang kejam. Nabi Ibrahim dilempar dalam api besar yang menyala-nyala. 

Setelah itu malaikat datang menawarkan bantuan. Namun Ibrahim menolak tawaran bantuan malaikat dan lebih berharap kepada pertolongan Allah SWT penuh keyakinan karena didasari oleh iman. Maka api pun menjadi jinak dan dingin.

Seperti itulah, kita yang hari ini seolah-olah semua masalah terselesaikan karena uang. Sehingga ketika mengalami kekurangan uang atau tidak memiliki uang sama sekali, maka kita akan dilanda kerisauan dan gundah. Kita lupa bahwa skenario kehidupan ini ada sama Allah SWT. Dialah yang mengatur hidup manusia.

Sebenarnya tanpa melakukan apapun, rezeki itu sudah Allah jamin, pasti ada rezekinya. Akan tetapi Allah SWT hanya ingin menguji kita agar nampak sesiapa mereka yang beriman dan ikhlas dalam berbuat.

Lagi pula kerisauan itu ada pada manusia merupakan sesuatu yang lumrah. 

Bahkan Baginda Rasulullah Saw sendiri pernah merasa kuatir, hatinya terguncang, beliau merasa sudah ditinggalkan sendirian dalam peristiwa perang khandak. 

Perang besar yang melawan kaum kafir Quraisy dengan pasukannya sebanyak 10.000 melawan 3.000 pasukan Islam. Rasulullah Saw risau, dan ini diceritakan dalam Al-Qur’an.

Saat perang khandak berlangsung, pasukan Quraisy telah mengepung kota Madinah hampir satu bulan lamanya, dan logistik kota Madinah benar-benar putus.

Allah SWT berfirman: “Di situlah diuji orang-orang mukmin dan diguncangkan (hatinya) dengan guncangan yang dahsyat.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 11)

Baca Juga: H. Musannif Labuhkan Hatinya di PKB Setelah Pisah dengan PPP, Ternyata Alasannya Tak Terduga

Namun Rasulullah Saw adalah nabi pilihan. Pertolongan Allah SWT datang sebagimana firman Nya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 9)

Oleh karena itu marilah kita meneguhkan keyakinan kita kepada Allah SWT. Tanamkan dalam hati dan jiwa kita bahwa tidak ada yang dapat memberi pertolongan kepada seorang pun melainkan karena Dia. Lalu kerjakanlah sesuatu dengan ikhlas. Insyaallah semua akan ada solusinya.***

Disarikan dari Taushiyah singkat Ustadz Muhammad Rais dan Ustadz Dr H. Mijaz Iskandar, Lc LLM bersama Pengurus Yayasan Wakaf Barbate Islamic City, Ahad 02 Rabiul Awal 1445 H