Politik

Ini Alasan Pedagang di Pasar Kuliner Lhoksukon Menolak Pembongkaran

49
×

Ini Alasan Pedagang di Pasar Kuliner Lhoksukon Menolak Pembongkaran

Share this article

PIKIRAN ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah akan melakukan pembongkaran Pasar Kuliner Lhoksukon.

Pembongkaran tersebut dilakukan untuk Menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama Nomor : Ist/2023 tanggal 01 September 2023 dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Muspika Kecamatan Lhoksukon.

“Kalau bisa jangan dibongkar karena cukup banyak kerugian kami di sini,” Sebut
Yusmaini salah satu pedagang di pasar kuliner Lhoksukon bersama beberapa pedagang lainnya kepada wartawan pada Senin 16 Oktober 2023.

Lagi pula selama ini, pihak pemerintah dan Muspika Lhoksukon tidak pernah memanggil kami untuk duduk bersama tentang wacana pembongkaran, namun tiba-tiba sudah datang surat pemberitahuan untuk melakukan pembongkaran. “Ini ken aneh,” seru Yusnaini

Lebih lanjut Yusnaini atau akrab disapa kak Nining menyampaikan di awal perjanjian saat dibuka pasar kuliner kami akan diberikan izin oleh pihak Disperindagkop Aceh Utara sampai dengan 5 tahun, namun saat ini kami baru berjualan lebih kurang 2 tahun sudah mau di bongkar.

 

“Waktu itu Dinas dan Muspika Kecamatan Lhoksukon saat pertemuan dengan para pedagang mengatakan bahwa tempat ini nantinya akan dibangun secara permanen oleh pemerintah untuk pengembangan pasar kuliner,” Sebut Kak Nining.

Kami secara tegas menolak melakukan pembongkaran, kalau seandainya Pemkab Aceh Utara tidak mau ikut membongkar bangunan Aset Disperindagkop Aceh Utara yang berada di tengah pusat pasar kuliner yang memang sebelumnya disampaikan kepada kami bahwa bangunan tersebut di bangun untuk pusat kuliner.

“Kalau pemerintah juga melakukan pembongkaran maka kami akan melakukan perlawanan, tapi kalau pemerintah juga ikut membongkar tenda putih ditengah pasar kuliner, maka kami dengan sukarela juga akan membongkar lapak dagangan kami”, tegas Kak Nining.

Dulu pedagang kaki lima semua disuruh tempati lokasi yang sudah disediakan ini, tapi sekarang malah digusur apa seperti ini pemerintah Aceh Utara untuk membangun perekonomian masyarakat, seru pedagang lainnya.

“Kami yang masih aktif tidak ada kata-kata bongkar yang ada kami minta sama pemerintah untuk menata yang lebih indah supaya pengunjung bisa nyaman di pasar kuliner ini,” Sebut para pedagang.***