PIKIRANACEH.COM – Pejuang Hamas Palestina melancarkan serangan Badai Al-Aqsa secara mendadak dan mematikan ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.
Dalam serangan bersandi Operasi Badai Al-Aqsa itu, pasukan Pejuang Hamas juga menembakkan sebanyak 5000 roket ke wilayah Israel.
Merespons serangan Hamas tersebut Israel melancarkan serangan balasan brutal ke wilayah jalur Gaza, Palestina yang mengakibatkan ribuan warga sipil tewas.
Sejak serangan tersebut, untuk pertama kalinya pasukan Brigade Al-Qassam dan tentara Israel berhadap-hadapan dalam perang darat pada Minggu 22 Oktober 2023.
Hamas menyebut mereka berhasil mendorong tentara Israel mundur ke wilayahnya.
Hamas mengeklaim mereka berhasil membuat kocar-kacir pasukan Israel yang mencoba memasuki Gaza, sementara militer Israel menyatakan seorang tentara mereka terbunuh.
Pernyataan dari Brigade Al-Qassam yang merupakan sayap militer Hamas mengeklaim bahwa bentrokan dengan pasukan Zionis terjadi di bagian timur wilayah Khan Younis di Gaza.
“Para pejuang melawan pasukan lapis baja Israel dalam penyergapan yang telah dipersiapkan dengan baik di sebelah timur Khan Yunis, hanya beberapa saat setelah mereka melintasi perbatasan beberapa meter,” bunyi pernyataan Brigade Al-Qassam dalam pernyataan di aplikasi pesan Telegram.
“Para pejuang dengan berani menghadapi pasukan penyusup… dan mereka kembali ke pangkalan mereka dengan selamat,” pernyataan itu lebih lanjut menyatakan. Hamas mengatakan para pejuangnya menghancurkan dua buldoser militer Israel dan sebuah tank dalam penyergapan itu menggunakan peluru kendali antitank.
Serangan mendadak itu memaksa pasukan Israel mundur ke Israel tanpa kendaraan mereka.
“Tentara pasukan Zionis yang terlibat dalam penyergapan Khan Younis meninggalkan kendaraan mereka dan melarikan diri ke timur pagar dengan berjalan kaki,” kata Brigade Al-Qassam di media sosial.
Pasukan Pertahanan Israel mengatakan bahwa “tembakan dilepaskan ke arah tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang beroperasi di sebelah barat pagar keamanan Jalur Gaza, di daerah Kissufim.
“Sebuah tank IDF menyerang sel teroris yang menembaki tentara tersebut,” tulis IDF dalam pernyataannya. Kibbutz Kissufim, di Israel, terletak di sebelah timur Khan Younis, di Gaza.
IDF mengkonfirmasi kepada CNN melalui telepon bahwa pasukannya telah beroperasi di Gaza selama insiden tersebut.
Ini bukan pertama kalinya IDF mengatakan pihaknya beroperasi di dalam Gaza sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.
Pada 13 Oktober, IDF mengatakan pihaknya telah melakukan serangan di dalam Gaza dalam 24 jam sebelumnya, namun tidak menyebutkan adanya bentrokan terjadi.
Media Israel Kan melaporkan bahwa ada korban di pihak Israel dalam serangan itu. Sementara Hamas belum melansir korban dari pihak mereka.
Belakangan, IDF mengonfirmasi bahwa seorang prajuritnya tewas dalam serangan itu, dan beberapa terluka.
“Seorang tentara Israel tewas, sementara satu orang luka sedang, dan dua orang luka ringan akibat terkena rudal anti-tank,” kata militer Israel.
Pasukan Israel juga dilaporkan berusaha masuk ke Jalur Gaza guna memperbaiki pagar pemisah antara Gaza dan Israel.
Setelah mereka memasuki Jalur Gaza, mereka jatuh ke dalam perangkap yang dibuat oleh pejuang Palestina. Israel kewalahan menghadapi serangan tersebut dan akhirnya kembali ke wilayah Israel.
Serangan kemarin mencerminkan tantangan berat yang bakal dihadapi Israel saat melancarkan serangan darat ke Gaza.
IDF telah bersiap melakukan serangan darat di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Sebelumnya dilaporkan bahwa Israel berencana melangsungkan serangan darat sepekan lalu, namun hingga saat ini masih ditunda. ***












