PIKIRANACEH.COM – Satu bulan telah berlalu sejak Operasi Banjir Al-Aqsa, serangan besar-besaran Hamas yang menampar wajah pendudukan Israel. Satu bulan telah berlalu tanpa pencapaian besar Israel di hadapan masyarakat yang tegas dan perlawanan di Gaza.
Baca Juga: Hamas: Dari Intifada Al-Aqsa hingga Banjir Al-Aqsa
Satu-satunya “pencapaian” yang berhasil dicapai oleh pendudukan Israel adalah pembantaian yang menewaskan lebih dari 10.000 warga Gaza dan jumlah orang yang terluka melampaui 25.500 orang.
Angka yang Mengerikan
Kantor Media Pemerintah di Gaza mengatakan pada hari Selasa bahwa pendudukan Israel melakukan 21 pembantaian dalam 24 jam terakhir, menewaskan 548 warga Gaza.
Dalam sebuah pernyataan mengenai situasi di Gaza, Kantor Media menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 10.328 orang, dan mencatat bahwa 70% dari korban jiwa adalah anak-anak dan perempuan.
Rata-rata enam anak-anak dan lima wanita terbunuh setiap jamnya, kata Kantor Media, seraya menambahkan bahwa hampir 70 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat pemboman dan penggerebekan Israel.
Separuh dari rumah sakit dan 62 persen pusat layanan kesehatan primer sudah tidak berfungsi lagi, katanya.
Badan Internasional
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai “pengungsian paksa dan tragedi kemanusiaan dalam skala besar”.
Dalam sebuah twit pada hari Selasa, UNRWA menambahkan bahwa “selama satu bulan, orang-orang di Jalur Gaza tidak menerima bantuan, dibunuh dan dibom keluar dari rumah mereka”.
Baca Juga: PM Skotlandia Humza Yousaf Dukung Pawai Pro-Palestina di London
Sementara itu pada hari Selasa, kepala hak asasi manusia PBB memulai kunjungan lima hari ke Timur Tengah untuk membahas pelanggaran yang terjadi selama perang Israel di Gaza.
“Ini merupakan satu bulan penuh pembantaian, penderitaan yang tiada henti, pertumpahan darah, kehancuran, kemarahan dan keputusasaan,” kata Volker Turk dalam sebuah pernyataan.
Turk berada di Kairo pada hari Selasa dan akan mengunjungi Rafah, di perbatasan Mesir dengan Gaza, pada hari Rabu sebelum ia melakukan perjalanan ke ibu kota Yordania, Amman, pada hari berikutnya, kata kantornya.
Sebelumnya pada hari Senin, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan Gaza menjadi “kuburan bagi anak-anak”, menyerukan pembebasan semua sandera segera dan tanpa syarat. (Al-Manar)












