PIKIRANACEH.COM – Kelompok pejuang Hamas Palestina melancarkan serangan mendadak dan mematikan ke wilayah Israel pada Pada 7 Oktober 2023.
Akibat serangan Hamas tersebut sebanyak 1.400 warga Israel dilaporkan tewas.
Selain itu kelompok pejuang Hamas juga menculik 203 orang yang sebagian besar merupakan warga sipil.
Merespon serangan Hamas itu, Israel melakukan serangan balasan ke jalur Gaza yang mengakibatkan puluhan ribu warga sipil tewas di pihak Palestina.
Bukan itu saja, Israel juga memutus aliran listrik, obat-obatan, air dan makanan terhadap rakyat Gaza.
Israel juga menyerang wilayah tersebut dengan serangan udara dan memerintahkan 1 juta penduduk di wilayah utara Gaza untuk segera melarikan diri ke selatan.
Israel juga mulai menyerang rumah sakit yang berada di Jalur Gaza, salah satunya rumah sakit Baptis Al-Ahli, korbannya adalah anak-anak dan wanita.
Seperti dikutip Anadolu Agency, serangan itu mengakibatkan kematian lebih dari 500 warga Palestina.
Tindakan brutal yang dilakukan oleh Israel ini tentunya banyak mengundang kemarahan di berbagai pihak di dunia.
Salah satunya kelompok-kelompok aktivis di Amerika Serikat, mereka berkumpul untuk menghadiri rapat umum untuk menyuarakan suaranya untuk rakyat Palestina.
Para penyelenggara utama aksi-aksi unjuk rasa ini antara lain Jewish Voice for Peace (JVP), If Not Now (INN), dan Palestinian Youth Movement (PYM), masing-masing kelompok ini menyuarakan keadilan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
Dilansir ADL, berikut ini merupakan gambaran mengenai kelompok-kelompok tersebut.
1. Jewish Voice for Peace (JVP)
Jewish Voice for Peace (JVP) merupakan kelompok anti Israel dan anti Zionis radikal yang mendukung pemboikotan Israel dan pemberantasan Zionisme.
Jewish Voice for Peace didirikan pada tahun 1996 di daerah San Fransisco Bay.
Sekitar 12 cabang JVP aktif di kampus-kampus, para anggotanya sering bekerja sama dengan cabang-cabang kelompok mahasiswa anti Israel.
JVP ini tidak mewakili komunitas Yahudi pada umumnya, justru ia menempatkan kelompoknya bertentangan dengan arus utama Yahudi di Amerika dan seluruh dunia.
2. If Not Now (INN)
If Not Now juga merupakan salah satu dari beberapa kelompok Yahudi yang telah membantu menyelenggarakan demonstrasi anti Israel.
Berbeda dengan beberapa kelompok lain yang mempromosikan perlawanan Palestina dengan kekerasan, If Not Now secara umum berfokus pada pelanggaran hak asasi manusia yang mereka yakini dilakukan oleh Israel di Gaza dan menghasilkan tekanan untuk gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
If Not Now didirikan pada tahun 2014 oleh para pemuda Yahudi Amerika, kelompok ini dibangun atas respon kemarahan terhadap pihak Israel yang tidak proporsional pada roket-roket Hamas yang ditembakkan ke arah warga sipil Israel selama Operation Protective Edge musim panas itu.
Secara historis, fokus utama kelompok ini adalah pendudukan Israel di Tepi Barat, yang mereka anggap tidak dapat dipertahankan secara moral.
3. Palestinian Youth Movement (PYM)
Palestinian Youth Movement (PYM) adalah organisasi aktivis anti-Zionis yang memiliki cabang di seluruh A.S. dan Kanada yang telah menyatakan dukungannya terhadap terorisme melawan Israel dan sering terlibat dalam retorika yang menghasut tentang Zionisme, termasuk seruan untuk menstigmatisasi dan melarang orang Zionis dari ruang komunitas
Gerakan Pemuda Palestina bertujuan untuk menyatukan warga Palestina di AS dan Kanada melalui inisiatif dan program-program yang berorientasi pada pemuda.
Menurut laporan tahunan mereka, mereka memiliki cabang di Bay Area, New York, dan San Diego.
Di situs web mereka, mereka menyatakan bahwa “visi mereka adalah untuk memobilisasi pemuda Palestina, memperkuat peran kami dan memikul tanggung jawab dan akuntabilitas terhadap perjuangan nasional kami.” ***












