PIKIRANACEH.COM – Pasukan penjajah Israel terus melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza yang mengakibatkan korban warga sipil terus berjatuhan di pihak Palestina.
Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak, lapor sumber medis kepada kantor berita Palestina WAFA
Palang Merah Palestina, The Palestine Red Crescent Society, melaporkan Israel terus-menerus membombardir kawasan dekat Rumah Sakit Al Quds di Jalur Gaza hingga menutup seluruh akses menuju fasilitas vital tersebut.
Palang Merah Palestina melaporkan aksi bombardir Israel terus menyasar bagian barat kompleks RS Al Quds sejak Selasa, 7 November 2023,
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei baru-baru ini menyerukan negara-negara Islam dan mayoritas Muslim memboikot Israel atas pengeboman yang kejam di Gaza, Palestina.
Secara khusus, dia minta ekspor minyak ke negara Yahudi itu dihentikan.
“Pengeboman di Gaza harus segera dihentikan…jalur ekspor minyak dan pangan ke rezim Zionis harus dihentikan,” seru Khamenei dalam pidatonya awal bulan ini.
Sekadar diketahui, Timur Tengah adalah sumber utama minyak dan gas bagi dunia, dengan hampir kebutuhan dunia diproduksi.
Namun, Israel ternyata tidak bergantung pada negara-negara Arab untuk impor minyaknya, karena negara Yahudi ini memiliki jaringan pemasok yang kompleks dan fleksibel.
Menurut perusahaan analis; Kpler, sebagaimana dikutip Zee News, Minggu 12 November 2023, Israel mengimpor sekitar 220.000 barel minyak mentah per hari sejak pertengahan Mei, sebagian besar dari dua negara mayoritas Muslim: Kazakhstan dan Azerbaijan.
Sumber utama lainnya adalah negara-negara Afrika Barat, terutama Gabon.
Israel juga mempunyai pilihan lain untuk impor minyak, seperti sekutu dekatnya; Amerika Serikat, dan Brasil.
Israel sebenarnya mempunyai cadangan minyak dalam negeri, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energinya.
Negara ini memproduksi sedikit minyak mentah, namun masih bergantung pada impor untuk sebagian besar konsumsinya. Israel mengimpor minyak dari berbagai sumber, sehingga rentan terhadap gangguan minyak asing.
Israel menghadapi tantangan yang lebih mendesak yaitu mengamankan pelabuhan minyak dan perairannya dari serangan.
Negara ini memiliki tiga terminal impor minyak mentah, Ashkelon dan Haifa di pantai Mediterania, dan Eilat di Laut Merah.
Ashkelon adalah wilayah yang paling penting, menangani sekitar 180.000 barel per hari.
Lokasinya dekat Gaza dan ditutup setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.
Eilat belum menerima minyak mentah apa pun sejak tahun 2020, menurut Kpler, sementara Haifa menerima sekitar 40.000 barel per hari. Israel mendapat sangat sedikit minyak mentah dari produsen Timur Tengah, dan tidak ada satupun dari Iran. ***












