PIKIRANACEH.COM – Mengutip Almayadeen dari Situs Ynet Israel mengatakan militer Israel melakukan demobilisasi pasukan cadangan secara besar-besaran, tanpa memberikan pernyataan resmi mengenai hal tersebut.
Pasukan pendudukan Israel mendemobilisasi pasukan cadangan dalam skala besar, tulisa situs berita Israel Ynet dalam laporannya.
Baca Juga: Perang Gaza adalah Bisnis Besar Kolonial
Pakar urusan politik Israel, Yossi Yehoshua, mengatakan bahwa militer Israel mendemobilisasi pasukan cadangan tanpa memberikan pengumuman resmi kepada publik mengenai kebijakan tersebut.
Perlu dicatat, Yehoshua mengatakan bahwa jumlah pasukan cadangan yang didemobilisasi tidak dapat diungkapkan, yang selanjutnya menunjukkan kerahasiaan di mana komando militer beroperasi.
Menurut sumber tersebut, seorang perwira senior di militer Israel mengatakan bahwa ada niat untuk meringankan lebih banyak tentara Israel dari tugas mereka, karena komando militer berupaya untuk menghemat pasukannya karena agresinya di Jalur Gaza berlarut-larut.
Memanggil pasukan cadangan ke dalam militer pendudukan telah merugikan perekonomian Israel, menurut laporan sebelumnya yang mengindikasikan bahwa angkatan kerja Israel menderita karena tidak adanya pasukan cadangan di tempat kerja mereka.
Dalam konteks serupa, Biro Pusat Statistik Israel melaporkan peningkatan tajam pengangguran di kalangan warga Israel, karena persentase pengangguran meningkat dari 3,4% pada September 2023, menjadi 9,6% pada November.
Menurut lembaga Israel, jumlah pengangguran Israel telah mencapai 428.400 orang, peningkatan yang sangat besar jika dibandingkan dengan angka pada bulan September sebanyak 163.000 orang.
Setelah Operasi Banjir Al-Aqsa, pasukan pendudukan Israel memanggil sekitar 360.000 tentara cadangan, saat “Israel” mempersiapkan diri untuk menyerang Jalur Gaza dengan tujuan memberantas Perlawanan Palestina.
Baca Juga: Pusaran Konflik Israel-Palestina Seret Dunia dalam Situasi Rumit
Agresi Israel di Jalur Gaza telah memasuki hari ke-46, sementara Perlawanan terus melaksanakan operasi di belakang garis musuh dan mengusir pasukan di sekitar Kota Gaza.
Baru-baru ini, juru bicara Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, Abu Obeida, mengungkapkan bahwa faksi Perlawanan telah menargetkan 60 kendaraan lapis baja pendudukan Israel dalam 72 jam terakhir, dan puliuhan tentara Israel tewas dalam konfrontasi tersebut.
Pada saat yang sama, perekonomian Israel menderita kerugian yang signifikan, diperkirakan mencapai $260 juta setiap hari, tulis Galit Altstein untuk Bloomberg News.
Pendudukan Israel telah mengeluarkan banyak uang untuk segala hal, mulai dari senjata hingga membayar ratusan ribu tentara cadangan yang mereka panggil.
Selain itu, menurunnya pengeluaran rumah tangga dan pariwisata juga berkontribusi terhadap penurunan pendapatan fiskal.***












