Politik

Pengunjuk Rasa Sejumlah Negara Arab Mulai Tunjukkan Kemarahan Terhadap Agresi Militer Zionis di Jalur Gaza

76
×

Pengunjuk Rasa Sejumlah Negara Arab Mulai Tunjukkan Kemarahan Terhadap Agresi Militer Zionis di Jalur Gaza

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Ribuan pengunjuk rasa di sejumlah negara Arab terlihat mulai berpartisipasi dalam unjuk rasa kemarahan mereka kepada pendudukan Israel.

Mereka menyatakan solidaritas dengan Palestina dalam melawan genosida Israel terhadap warga sipil di Gaza kemarin, Jumat (01/12/2023), dan mengecam dimulainya kembali agresi terhadap Jalur Gaza.

Baca Juga: Ini Imbauan MPU Aceh ke Peserta Pemilu 2024

Yordania

Ribuan warga Yordania berkumpul dalam demonstrasi solidaritas di Amman, dan di berbagai wilayah Kerajaan, untuk mendukung perlawanan Palestina dan mendukung rakyat Jalur Gaza.

Peserta aksi duduk di pusat ibu kota, Amman, dan di Irbid, mengecam agresi pendudukan Israel terhadap Jalur Gaza, dan pembantaian yang dilakukan terhadap warga sipil di Jalur Gaza yang terkepung.

Koresponden Al-Mayadeen melaporkan bahwa warga Yordania tidak puas dengan demonstrasi, melainkan mengirimkan bantuan ke Gaza dan melanjutkan kampanye boikot terhadap para pendukung pendudukan.

Qatar

Sedangkan di Qatar, demonstrasi terjadi di ibu kota, Doha, setelah salat Jumat, untuk mendukung Gaza dan mengecam normalisasi pendudukan Israel.

Hal ini terjadi bersamaan dengan pemberitaan media Israel pada hari ini, Jumat, bahwa Presiden Israel Isaac Herzog bertemu dengan Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, hari ini di sela-sela konferensi iklim di Dubai.

Media Israel melaporkan bahwa “dengan dimulainya kembali pertempuran di Gaza dan gagalnya gencatan senjata, pagi ini presiden Israel bertemu dengan Emir Qatar,” dan menambahkan bahwa “kedua orang tersebut berjabat tangan dan berbicara selama konferensi COP (iklim) di Emirates.”

Yaman

Di Yaman, pagi ini, demonstrasi besar-besaran terjadi di Kegubernuran Saada di Yaman utara, dan pernyataan demonstrasi Saada Yaman memperingatkan rezim Amerika dan pendudukan Israel akan konsekuensi dari setiap eskalasi di wilayah pendudukan Palestina.

Demonstrasi serupa juga terjadi di ibu kota Yaman, Sanaa, dan di provinsi Hodeidah, Dhamar, Ibb, dan Amran dengan judul, “Bersama Palestina, kami siap menghadapi semua opsi.”

Bahrain

Adapun di Bahrain, warga berdemonstrasi di daerah Diraz untuk mendukung Gaza, di mana mereka melakukan demonstrasi setelah salat Jumat, mengecam dimulainya kembali agresi terhadap Gaza di depan mata dunia, pada saat rakyat Palestina berada di bawah tekanan dan bahkan belum selesai mengevakuasi jenazah para syuhada dari bawah reruntuhan.

Para demonstran Bahrain menuntut pengusiran segera duta besar pendudukan dan perjanjian normalisasi dibatalkan.

Sudan

Sementara itu, warga Sudan melakukan demonstrasi besar-besaran di kota Port Sudan untuk mendukung perlawanan di Gaza dan melawan Uni Emirat Arab, menuntut pengusiran duta besar Emirat karena posisinya mendukung “Israel” dalam kejahatannya terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Kota Lebanon

Kota Sidon di Lebanon menjadi saksi demonstrasi solidaritas terhadap Jalur Gaza dan penolakan terhadap agresi Israel terhadapnya.

Sementara Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan penyesalan yang mendalam atas dimulainya kembali perang antara Hamas dan rezim Zionis.

Tetapi ia tidak mengutuk Israel yang telah memulai agresi brutal ini.***