Politik

Ini Daftar Lengkap Jumlah Pengungsi Rohingya yang Mendarat di Aceh

77
×

Ini Daftar Lengkap Jumlah Pengungsi Rohingya yang Mendarat di Aceh

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Arus kedatangan pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar ke Provinsi Aceh semakin deras dan mulai timbulkan dilema, karena kehadiran mereka mendapat penolakan dari warga Aceh.

Hingga saat ini arus gelombang pengungsi etnis Rohingya masih terus berdatangan ke wilayah Aceh.

 

Dalam waktu hampir sebulan, sudah 9 kapal yang membawa seribuan lebih pengungsi Rohingya mendarat di beberapa wilayah di Aceh.

Berikut daftar lengkap gelombang pengungsi etnis Rohingya yang mendarat di beberapa daerah di Provinsi Aceh hingga hari ini:

 

1. 14 November: 194 orang mendarat di Kabupaten Pidie
2. 15 November: 147 Imigran mendarat di Kabupaten Pidie
3. 19 November: 256 Imigran mendarat di Kabupaten Bireuen
4. 19 November: 232 Rohingya tiba di Kabupaten Pidie
5. 19 November: 36 Rohingya tiba di Kabupaten Aceh Timur

 

6. 21 November: 219 Rohingya mendarat di Kota Sabang
7. 2 Desember: 139 Pengungsi Rohingya mendarat di Kota Sabang
9. 10 Desember: 200 orang pengungsi Rohingya mendarat di Kabupaten Pidie
9. 10 Desember: 135 pengungsi Rohingya mendarat di Kabupaten Aceh Besar

Itulah data sementara jumlah pengungsi etnis Rohingya di Provinsi Aceh.

Pengungsi Rohingya di Aceh Diamuk Massa Hingga Harus Dilarikan ke Rumah Sakit

Seorang imigran etnis Rohingya yang ditampung di Kabupaten Pidie, diamuk massa hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Pengungsi Rohingya itu disebut dihajar karena terjadi kesalahpahaman dengan masyarakat.

Insiden itu terjadi di lokasi penampungan sementara di Desa Kulam, Kecamatan Batee, Pidie pada Sabtu 9 Desember sore. Pria Rohingya tersebut tergeletak di tanah dalam kondisi babak belur setelah dihajar massa.

Berdasarkan informasi beredar, warga disebut menghajar pengungsi tersebut karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan di penampungan. UNHCR membantah pengungsi tersebut melakukan pemerkosaan.

“Dugaan pemerkosaan tidak ada, tapi memang ada kejadian salah paham antara warga dan Rohingya sehingga terjadi keributan,” kata Protection Associate United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Faisal Rahman.

Faisal mengaku belum memperoleh informasi detail terkait penyebab kejadian tersebut. Menurutnya, pengungsi tersebut sempat dirawat di rumah sakit setempat.

Juru Bicara UNHCR Indonesia Mitra Salima Suryono juga membantah terjadi pelecehan seksual di lokasi penampungan di Pidie. Namun dia membenarkan adanya pengungsi diamuk massa.

“Mungkin sempat ada kesalahpahaman di awal, namun dapat kami pastikan sekarang bahwa yang diduga itu tidak ada,” jelas Mitra saat dimintai konfirmasi terpisah.

Mitra belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait penyebab kesalahpahaman tersebut. ***