Politik

Persiraja Pindah Ke Kota Langsa, Ini Penyebabnya

91
×

Persiraja Pindah Ke Kota Langsa, Ini Penyebabnya

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Hingga saat ini Persiraja Banda Aceh belum mendapatkan izin dari Pemerintah Aceh untuk menggunakan Stadion Harapan Bangsa sebagai kandang laga babak 12 Besar Liga 2 Indonesia musim 2023-2024.

Pemerintah Aceh kabarnya tidak memberikan izin bagi Persiraja karena Stadion Harapan Bangsa sedang direnovasi untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut.

Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah membahas teknis dengan kontraktor pelaksana renovasi Stadion Harapan Bangsa yakni Wika Gedung dan Nindya Karya pada 23 Desember 2023.

Bahkan manajemen Persiraja sudah rapat dengan pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh pada 19 Desember 2023.

Hasil pertemuan tersebut, pihak manajemen Laskar Tanah Rencong diminta layangkan surat permohonan resmi kepada Pemerintah Aceh.  

Manajer Persiraja Ridha Mafdhul dalam keterangan tertulisnya pada 7 Januari 2024 mengatakan, pada saat itu, pihak kontraktor pelaksana mengiyakan tidak membongkar rumput lapangan sampai laga kandang Persiraja usai, yaitu pada 27 Januari 2024.

“Dikarenakan, secara hitungan jadwal pelaksanaan renovasi bagian tersebut akan dilakukan pada bulan Februari 2024,” imbuhnya.

Ridha menyampaikan bila pihak manajemen juga menyurati Pj Gubernur Aceh, mengenai izin penggunaan Stadion Harapan Bangsa, pada 20 Desember 2023.

Namun belakangan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, M Nasir mengeluarkan keputusan mengenai penggunaan stadion sebagai laga kandang Persiraja.

Ridha menjelaskan, di poin lima, dicantumkan bahwa permohonan klub sepakbola Persiraja Banda Aceh terhadap penggunaan lapangan sepakbola untuk latihan dan pertandingan Liga 2 Indonesia musim 2023-2024 tidak dapat diberikan izin penggunaan Stadion Harapan Bangsa.

Karena dapat mengganggu proses renovasi dan pembangunan kembali venue PON XXI Kota Banda Aceh.

“Saya menyesalkan, kenapa rapat baru dilaksanakan tanggal 4 Januari 2024. Sedangkan kami tanggal 11 dan 12 sudah harus melaksanakan persiapan dan pertandingan melawan Semen Padang FC,” ujarnya.

“Dan juga, padahal kontraktor pelaksana sudah menyanggupi permohonan kami untuk tidak merenovasi rumput lapangan terlebih dahulu. Silahkan masyarakat menilai siapa yang tidak mendukung keberlangsungan olahraga di Aceh,” ucapnya.

Manajer Persiraja Banda Aceh mengatakan di sisa Liga 2 Indonesia musim 2023-2024, Laskar Rencong hanya meminta untuk menggunakan Stadion Harapan Bangsa di laga kandang untuk tiga pertandingan, yakni melawan Semen Padang pada 12 Januari 2024, PSIM Yogyakarta 22 Januari 2024 serta PSMS Medan 27 Januari 2024.

Dikarenakan Stadion Harapan Bangsa tidak mendapatkan izin untuk digunakan, Laskar Rencong kemungkinan akan menggunakan Stadion Langsa sebagai kandang.

“Tidak ada waktu lagi untuk melobi, karena tanggal 11 dan 12 Januari kita sudah harus menyelenggarakan pertandingan kandang pertama melawan semen padang,” katanya.

“Ada beberapa stadion akan kita verifikasi bersama tim dari LIB sebagai penyelenggara dan juga akan dinilai oleh tim khusus dari kepolisian. Yang pertama Stadion Langsa,” ungkap Ridha. ***