Politik

Tahun 2023, Garis Kemiskinan di Lhokseumawe Naik 0,82 Persen, Angka Kemiskinan Turun 10,73 Persen

109
×

Tahun 2023, Garis Kemiskinan di Lhokseumawe Naik 0,82 Persen, Angka Kemiskinan Turun 10,73 Persen

Share this article

PIKIRAN ACEH – Angka garis kemiskinan di Kota Lhokseumawe tahun 2023 mengalami peningkatan 0,82 persen dari tahun sebelumnya.

Garis Kemiskinan merupakan representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.

Sementara itu, kenaikan garis kemiskinan 0,82 persen, dengan kondisi saat ini membuat laju penurunan kemiskinan rendah dari 10,83 persen pada 2022 menjadi 10,73 persen di 2023.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe mencatat angka kemiskinan di daerah itu mengalami penurunan 10,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lhokseumawe, Oriza Santifa, mengatakan penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulannya di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga: Dulu Petro Dolar, Kini Aceh Utara Jadi Kabupaten Miskin Ternyata Ini salah satu penyebab nya

“Untuk 2023 garis kemiskinan per kapita per bulannya Rp 498,431,” kata Oriza kepada waratwan, Selasa (9/1/2024).

Dari 2022 ke 2023, kata Oriza, terjadi kenaikan garis kemiskinan 0,82 persen, dengan kondisi saat ini membuat laju penurunan kemiskinan rendah dari 10,83 persen pada 2022 menjadi 10,73 persen di 2023.

Pada 2021 jumlah penduduk miskin 23.380 dengan persentase penduduk miskin berkisar 11,16 persen, indeks kedalaman kemiskinan 1,87 persen, dan indeks keparahan kemiskinan 0,54 persen dengan garis kemiskinan per kapita per bulannya Rp 427,045.

Sedangkan pada 2022, kata Oriza, penduduk miskin mencapai 23.030, presentase penduduk miskin 10,84 persen, indeks kedalaman kemiskinan 1,33 persen, indeks keparahan kemiskinan 0,26 persen dan garis kemiskinan per kapita per bulan Rp 460,583.

Baca Juga: Aceh Utara Dalam Kemiskinan, 16,86 Persen Warga Miskin dan 2,94 Persen Kemiskinan Ekstrim

“Untuk 2023, jumlah penduduk miskin 23.100, persentase penduduk miskin 10,73 persen, indeks kedalaman 2,23 persen, indeks keparahan kemiskinan 0,70 persen, dan garis kemiskinannya per kapita per bulan Rp 498,431,” ucap Oriza. 

Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan, kata Oriza, dengan menaikkan pertumbuhan ekonomi serta mempermudah ruang usaha dan kesempatan kerja.

“Sehingga masyarakat dapat meningkatkan perekonomiannya, selain itu Pemerintah daerah juga perlu mendorong investasi di segala bidangnya,” kata Oriza.

 Baca Juga: Aceh Tidak Miskin Lagi, Kekayaan Minyak Aceh 3 Kali Lipat dari Arab Saudi, Jumlahnya 4,68 Miliar Barel

Sebelumnya, Kepala BPS Kota Lhokseumawe Yudi Yos Elvin melaporkan kepada Wakil Walikota Lhokseumawe bahwa kegiatan Ekspos dilaksanakan agar tersedia data penduduk miskin, sehingga program bantuan dapat lebih terarah dan tepat sasaran. ***