Politik

Cerita Caleg PKS di Aceh yang Dihajar Bersimbah Darah Saat Ngopi oleh Ketua KONI

76
×

Cerita Caleg PKS di Aceh yang Dihajar Bersimbah Darah Saat Ngopi oleh Ketua KONI

Share this article

PIKIRANACEH.COM – Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Denny Safrizal dianiaya oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Utara, Dahlan atau yang akrap disapa Maklan, pada Sabtu 13 Januari 2024.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Utara Dahlan atau yang akrap disapa Maklan resmi dipolisikan atas dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengancaman.

 

Penganiayaan dan pengancaman tersebut dilakukan Maklan terhadap Denny safrizal yang merupakan Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebabkan hanya persoalan bendera partai.

Kepada wartawan Denny mengaku, kejadian itu bermula saat dirinya memasang bendera PKS di kawasan simpang keramat, kemudian dirinya beristirahat pada salah satu warung milik wak rasyid sambil minum kopi.

 

Setelah itu Denny berangkat menjemput anaknya pada salah satu madrasah di Kecamatan Simpang Kramat dan mengantarnya pulang ke rumah.

Kemudian, setelah shalat dhuhur di mesjid Simpang Keramat Denny kembali ke kedai kopi yang sama untuk makan siang sambil ngopi. 

Sekitar pukul 14:30 Wib datanglah seorang pria diketahui bernama M. Dahlan Ishak (Mak Lan) dengan mengendarai mobil double cabin yang berwarna putih dengan membawa sebilah parang (golok). 

 

Lalu Mak Lan melepaskan sarung parang tersebut dan menghunus tepat ke leher Denny sembari mengancam “turunkan bendera PKS atau saya potong leher kamu” kata Denny mengulangi apa yang disampaikan Maklan di lokasi.

Kemudian Denny menjawab “silakan saja”. Namun, Maklan menyarungkan kembali parang yang ada di tangannya.

“Setelah itu dia memaki-maki saya dan menyumpah serapah bahwasanya PKS haram jadah Antek-antek yahudi, babi lalu saya sedikit membela diri bahwasanya PKS bukan seperti yang dia sebutkan tadi,” kata Denny kepada Wartawan.

 

Masih kata Denny. Maklan kembali menghunuskan parangnya ke leher Denny untuk kedua kalinya dengan ancaman yang sama. Denny tetap menjawab dengan jawaban yang sama. 

Disitulah, Maklan langsung menonjok Denny berulangkali di area muka dan badan Denny hingga mulut dan hidung Denny bersimbah darah.

Badannya juga memar dan tergores cakaran, untung saja masyarakat setempat datang melerai, hingga akhirnya Denny terselamatkan, masyarakat menyuruh Danny untuk lari menjauh. 

 

“Lalu saya lari melaporkan perkara ini ke Polres Lhokseumawe untuk ditangani oleh pihak yang berwenang,” sebut Danny.

Sementara Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto membenarkan kejadian tersebut, ia juga menyebutkan bahwa laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan proses hukum yang berlaku. ***