Politik

Kasus Penganiayaan Sekretaris PKS Aceh Utara hingga Bersimbah Darah, Polisi Sudah Periksa Korban dan Saksi

137
×

Kasus Penganiayaan Sekretaris PKS Aceh Utara hingga Bersimbah Darah, Polisi Sudah Periksa Korban dan Saksi

Share this article

PIKIRAN ACEH — Denny Safrizal, calon legislatif (Caleg) DPRK Aceh Utara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dianiaya oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Utara, Dahlan atau yang akrap disapa Maklan, Sabtu (13/01/2024).

Korban kemudian melaporkan tindak pengancaman dan penganiayaan tersebut ke Polres Lhokseumawe.

Laporan polisi itu bernomor STTLP/10/I/2024/SPKT/ Res. Lamw/Polda Aceh yang ditandatangani an. Kanit A SPKT Polres Lhokseumawe, Yudha Amrullah, S.Tr.K.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto melalui Kasatreskrim Iptu Ibrahim kepada wartawan, Minggu (14/9.2024) mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari korban dan saksi.

“Kami juga sudah kumpulkan barang bukti seperti baju dan hasil visum,” ujar Iptu Ibrahim.

Baca Juga: Saat Naikkan Bendera PKS, Caleg DPRK Aceh Utara Bersimbah Darah Dihajar Ketua KONI

Polisi selanjutnya, tambah Iptu Ibrahim, akan melakukan gelar perkara.

“Jika sudah memenuhi unsur, baru kita panggil pelaku,” sebut Iptu Ibrahim.

Sementara iru, Ketua DPD PKS Aceh Utara, Zulkarnaen berharap jajaran Polres Lhokseumawe dapat menindaklanjuti kasus ini, sesuai aturan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Denny kepada wartawan mengatakan, kejadian itu bermula saat dirinya memasang bendera PKS di kawasan Simpang Keramat.

Lalu Denny beristirahat sambil minum kopi.

Setelah itu ia berangkat menjemput anaknya dari sekolah di Kecamatan Simpang Kramat. Setelah shalat dhuhur, Denny kembali ke kedai kopi yang sama untuk makan siang sambil ngopi.

Lalu kemudian datang Dahlan Ishak (Mak Lan) yang mengendarai mobil double cabin putih.

Baca Juga: Saat Naikkan Bendera PKS, Caleg DPRK Aceh Utara Bersimbah Darah Dihajar Ketua KONI

Menurut Denny, Maklan turun dengan membawa sebilah parang.

Maklan melepaskan sarung parang tersebut dan menghunus tepat ke leher Denny sembari mengancam “turunkan bendera PKS atau saya potong leher kamu” kata Denny mengutip kata-kata Maklan.

Denny menjawab “silakan saja”.

Jawaban itu menyebabkan amarah Maklan memuncak.

Setelah menyarungkan kembali parang yang ada di tangannya. Maklan langsung menonjok Denny berulangkali di area muka dan badan Denny hingga mulut dan hidung Denny bersimbah darah.

Selain itu, Denny mengaku tubuhnya juga memar dan tergores. Aksi penganiayaan itu berhenti setelah masyarakat datang melerai.

“Lalu saya melaporkan perkara ini ke Polres Lhokseumawe untuk ditangani pihak berwenang,” sebut Danny. ***