Politik

Ini Kata Danpaspampres soal Anggotanya Aniaya Warga Aceh Hingga Tewas: Sudah Ditahan, Akan Diproses Hukum

45
×

Ini Kata Danpaspampres soal Anggotanya Aniaya Warga Aceh Hingga Tewas: Sudah Ditahan, Akan Diproses Hukum

Share this article

 

PIKIRANACEH.COM – Seorang warga Aceh Imam Masykur (25) merupakan pedagang kosmetik di Jakarta diculik dan disiksa hingga tewas diduga oleh oknum anggota paspampres.

Imam Masykur(25) asal Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia.

Sebelumnya dia diculik dan disiksa oleh oknum Paspampres pada Sabtu 12 Agustus 2023.

Menurut informasi, Imam diculik di toko kosmetik di ibukota, pada Sabtu 12 Agustus 2023 pada waktu Magrib.

Menanggapi hal itu, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay mengatakan satu orang anggotanya tengah menjalani penyelidikan oleh Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya) atas dugaan keterlibatan penganiayaan.

“Terkait kejadian penganiayaan, saat ini pihak berwenang yaitu Pomdam Jaya sedang melaksanakan penyelidikan terhadap dugaan adanya keterlibatan anggota Paspampres dalam tindak pidana penganiayaan,” kata Rafael dihubungi di Jakarta, Minggu 27 Agustus 2023, Dikutip Antara.

Sebelumnya beredar kabar tentang penganiayaan yang dilakukan anggota Paspampres terhadap seorang warga asal Aceh di Jakarta.

Penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa korban itu disebut-sebut diawali dengan tindak penculikan dan pengancaman.

 

Rafael sendiri tidak merinci kronologi peristiwa tersebut ataupun jumlah personel TNI yang diduga terlibat, namun dia memastikan hanya satu anggota Paspampres yang diduga terlibat dan tengah diperiksa.

“Yang jelas satu anggota Paspampres,” kata dia.

Menurut Rafael terduga saat ini sudah ditahan di Pomdam Jaya untuk diambil keterangan dan kepentingan penyelidikan.

Dia memastikan apabila benar-benar terbukti ada anggota Paspampres melakukan tindakan pidana seperti yang disangkakan, maka akan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mohon doanya semoga permasalahan ini dapat segera diselesaikan,” ujar Rafael. ***