
BIREUEN – Komitmen mencetak generasi Qurani terus ditunjukkan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Kausar Gampong Bayu, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Berdiri sejak 5 Juni 1999, lembaga pendidikan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, atas dedikasinya dalam mendukung pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan membentuk generasi berakhlakul karimah.
Apresiasi tersebut ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Bireuen, H. Azmi, S.Ag., yang mewakili Bupati Bireuen, dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Wisuda Santri Angkatan IX TPQ Al-Kausar di halaman Meunasah Bayu, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar TPQ Al-Kausar. Selain memperingati kelahiran Rasulullah SAW, sebanyak 30 santri resmi diwisuda setelah menempuh pendidikan Al-Qur’an. Momen ini sekaligus menjadi bukti keberlanjutan pendidikan keagamaan dalam menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Azmi menyampaikan apresiasi atas konsistensi TPQ Al-Kausar yang selama lebih dari dua dekade berkontribusi dalam pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membangun fondasi keimanan, membentuk karakter anak, serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia di tengah tantangan zaman.
“Pemerintah Kabupaten Bireuen mengapresiasi dedikasi TPQ Al-Kausar dalam mendidik generasi yang mencintai Al-Qur’an. Pendidikan Al-Qur’an bukan hanya mengajarkan kemampuan membaca, tetapi juga menanamkan nilai keimanan, membentuk karakter, dan membimbing anak-anak agar tumbuh dengan akhlak mulia,” ujar Azmi.
Ia juga mengapresiasi peran direktur TPQ, para ustaz dan ustazah, wali santri, serta masyarakat yang selama ini ikut menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan di Gampong Bayu.
Direktur TPQ Al-Kausar, Hanafiah M. Ali, S.Ag., MA, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati Bireuen atas penghargaan yang diberikan. Ia berharap apresiasi tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh pengelola dan tenaga pengajar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Mewujudkan Generasi Al-Kausar IX yang Cinta Al-Qur’an dan Berakhlakul Karimah.” Tema tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan agama tidak hanya diukur dari kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dari penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyaluran santunan kepada anak yatim serta penyerahan piala kepada para santri yang meraih prestasi dalam berbagai perlombaan, meliputi azan, pidato, hafalan, dan mewarnai kaligrafi. Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas semangat belajar, keberanian, dan kreativitas para santri.
Suasana semakin khidmat saat tausiah disampaikan Tgk. Miswari, penceramah asal Kabupaten Bireuen yang merupakan alumni TPQ Al-Kausar tahun 2000. Dalam ceramahnya, ia mengisahkan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengajak masyarakat menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Kehadiran alumni sebagai penceramah turut memberikan pesan tersendiri bahwa pendidikan Al-Qur’an dapat menjadi fondasi pembentukan karakter yang terus melekat hingga seseorang dewasa dan kembali berkontribusi bagi masyarakat.
Usai tausiah, acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda 30 santri Angkatan IX. Prosesi tersebut dilakukan oleh Azmi, S.Ag., Hanafiah M. Ali, S.Ag., MA, bersama Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Hasanuddin, M.Ag.
Prosesi wisuda berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Bagi para santri, momen ini menjadi penanda selesainya satu tahapan pembelajaran sekaligus awal untuk terus memperdalam ilmu agama dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Acara turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Peusangan Rahmad Harahap, SH, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Peusangan Tgk Ismuhar, Babinsa, wali santri, Mukim Tgk. Di Krueng, Keuchik serta perangkat gampong setempat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Melalui peringatan Maulid Nabi dan wisuda santri ini, TPQ Al-Kausar diharapkan terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang melahirkan generasi Qurani di Kabupaten Bireuen.
Penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bireuen juga menjadi pengingat bahwa perjuangan memberantas buta aksara Al-Qur’an membutuhkan dukungan bersama, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga pengajar, keluarga, hingga masyarakat.
Sebab, membangun masa depan Bireuen tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, membentuk akhlak generasi muda, dan menjaga nilai-nilai keislaman merupakan investasi penting bagi lahirnya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.











