Politik

Heboh Jaringan Sabu Internasional Ikut menyeret ajudan ketua DPRK Bireuen

44
×

Heboh Jaringan Sabu Internasional Ikut menyeret ajudan ketua DPRK Bireuen

Share this article

Heboh Jaringan Sabu Internasional Ikut menyeret ajudan ketua DPRK Bireuen

PIKIRANACEH.COM | Di tengah derasnya arus informasi, satu nama paling menyita perhatian publik, Riski, yang dalam gambar pemetaan yang beredar disebut terlibat dalam jaringan narkoba internasional.

Pengungkapan laboratorium rahasia narkotika yang diduga terhubung dengan jaringan internasional di Kabupaten Pidie, Aceh, menyisakan riak besar hingga ke Kota Juang, Kabupaten Bireuen. Bukan hanya karena besarnya barang bukti mencapai sekitar 1,2 ton, tetapi juga lantaran beredarnya gambar pemetaan jaringan yang mencantumkan tiga nama yang disebut-sebut berasal dari Bireuen. Nama-nama tersebut menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial. Di tengah derasnya arus informasi, satu nama paling menyita perhatian publik.

Riski, yang dalam gambar pemetaan yang beredar disebut berperan sebagai transporter. Riski juga disebut-sebut sebagai ajudan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen. Lebih jauh, beredar kabar bahwa yang bersangkutan diamankan aparat ketika berada di dalam gedung DPRK Bireuen. Namun, hingga informasi tersebut dikonfirmasi melalui sumber resmi, kabar mengenai identitas, peran, hubungan kelembagaan, dan lokasi penangkapan Riski masih harus diperlakukan sebagai informasi yang belum terverifikasi. Pencantuman nama dalam gambar yang beredar di media sosial tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan seseorang dalam tindak pidana narkotika.

Gambar pemetaan jaringan yang beredar di media sosial memuat sejumlah nama dan dugaan peran masing-masing. Dari 11 nama yang dikaitkan dengan jaringan tersebut, tiga nama disebut-sebut berasal dari Kabupaten Bireuen. Pada bagian ketujuh, tercantum nama Raja Yazid dengan keterangan sebagai pengamanan ruko Bireuen. Bagian kedelapan mencantumkan nama Ramadan, juga dengan keterangan pengamanan ruko Bireuen. Sementara pada bagian kesembilan, muncul nama Riski yang disebut berperan sebagai transporter. Informasi tersebut kemudian menyebar luas dan memancing beragam reaksi warganet. Akan tetapi, keaslian gambar, sumber pemetaan, serta kebenaran identitas dan peran yang dicantumkan di dalamnya masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi aparat penegak hukum. Tentu Masyarakat berhak mengetahui perkembangan pengungkapan jaringan narkotika berskala besar tersebut. Namun, transparansi informasi harus berjalan beriringan dengan prinsip praduga tak bersalah agar seseorang tidak dihakimi hanya berdasarkan unggahan yang belum terverifikasi.

Kabar yang menyebut Riski ditangkap di dalam gedung DPRK Bireuen menjadi salah satu isu yang paling banyak menarik perhatian. Informasi yang beredar menyebutkan aparat datang secara tiba-tiba dan mengamankan seseorang di lingkungan gedung dewan. Bahkan, terdapat klaim bahwa sejumlah pegawai berada di lokasi ketika peristiwa tersebut berlangsung.

Saat dikonfirmasi terkait informasi penangkapan Riski di Gedung DPRK Bireuen, Senin 26 Oktober 2026, junaidi ketua DPRK Bireuen membenarkan bahwa itu benar ajudannya, terkait keterlibatan ajudannya dalam kasus jaringan narkoba internasional itu dia tidak tahu, ia meminta kami para jurnalis untuk menanyakan langsung kepihak BNN yang lebih paham terkait keterlibatan ajudannya dalam kasus itu.